Imam Sutomo Pimpin Muhammadiyah Salatiga, Dikdasmen Kumpulkan Kepala Sekolah

0
560

SALATIGA – Doktor Imam Sutomo kembali terpilih sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Salatiga periode 2015- 2020, dengan penasihat Prof. M. Zulfa dan KH. Ali Muchson. Pelantikan ketua dan jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Salatiga dilakukan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Prof. Masrukhi, M. Pd, di Ruang Sidang II Pemerintah Kota Salatiga, Sabtu (9/4). Pelantikan tersebut dihadiri Wali Kota Salatiga, Yuliyanto dan Wakil Wali Kota Salatiga, Muh Haris. ”Semoga setelah pelantikan ini PDM Kota Salatiga dapat melanjutkan program-program yang telah menjadi rencana kegiatan Muhammadiyah ke depan, sehingga memberikan kemanfaatan yang besar kepada umat,” tutur Masrukhi.
Bersamaan dengan pelantikan PDM, juga dilakukan pelantikan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Salatiga dengan Ketua, Ratna Timur An- Nafisaty, dengan tiga orang wakil ketua, Suci Sri Puratmi, Sri Wahyuni, dan Dian Indrihartanti. Ratna Timur menggantikan Sri Untari sebagai ketua Aisyiyah sebelumnya.
Setelah acara pelantikan diserahkan bantuan mobil ambulan dari Muzaki dan dokter Supartinah untuk operasional Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazis-Muh) PDM Kota Salatiga.
Dalam sambutannya, Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, bersyukur karena selama ini Muhammadiyah sebagai organisasi Islam turut membantu Pemerintah Kota Salatiga dalam melaksanakan program pembangunan.
GERAK CEPAT
Setelah dilantik, PDM Kota Salatiga bergerak cepat melakukan perubahan pada pendidikan Muhammadiyah di Salatiga. Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM Kota Salatiga, Yahya Syarif, bersama jajarannya mengumpulkan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dalam rapat untuk menyamakan persepsi bahwa sekolah Muhammadiyah harus unggul. Rapat yang dihadiri Ketua PDM Imam Sutomo tersebut membahas bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bukan hanya tempat untuk beramal, namun juga sebagai pusat pendidikan kader yang akan datang. “Kita harus mempersiapkan kader yang militan, kuat, dan berakhlak”, papar Yahya Syarif.
Dalam rapat koordinasi tersebut Majelis Dikdasmen berjanji akan berkeja dengan sepenuh hati, dan lebih baik dari kepengurusan yang kemarin. (suaramerdeka.com/muhammadiyah.or.id/editor Fakhrudin MPI PWM Jateng)