HAIDAR NASHIR: MUHAMMADIYAH DALAM SEJARAH TAK PERNAH MENGGANGGU, MEREBUT, DAN MENGKLAIM MILIK ORANG

0
389

SURAKARTA- Pimpinan Pusat Muhammadiyah memandang bahwa Rumah Sakit Islam Purwokerto bukan sebagai rumah sakit polemik dan bermasalah. Karena sejak berdirinya Rumah Sakit ini oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Tokoh Muhammadiyah pada saat itu diniati dan diperuntukkan untuk kalangan Muhammadiyah.
“Maka dari itu untuk Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas dan warga Muhammadiyah Banyumas kita akan tetap berpegang teguh pada aspek historis, yuridis, dan organisatoris,” kata Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Haidar Nashir dalam sebuah wawancara di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Rabu (22/6/2016).
Menanggapi klaim dari oknum tertentu yang mengatasnamakan umat islam Banyumas, Haidar meNgatakan bahwa Muhammadiyah tidak ada sedikit pun niat untuk merebut rumah sakit Islam Purwokerto. Justru logika itu terbalik dengan fakta di lapangan yang menyatakan bahwa Muhammadiyah dalam sejarah tidak pernah mengganggu, merebut, dan mengklaim milik orang.
“Bagi Muhammadiyah yang memiliki kemampuan, kemapanan, dan kemandirian dalam membangun rumah sakit sendiri karena itu adalah karakter orang Muhammadiyah. Walaupun di banyak tempat aset Muhammadiyah banyak yang direbut, diganggu, dan diklaim oleh orang lain,’’ungkapnya.
Instruksikan Jaga Aset
Di sisi lain, Dr. Haidar Nashir juga meminta kepada angkatan Muda Muhammadiyah untuk tetap berjuang untuk menjaga aset Muhammadiyah karena itu merupakan sikap rasa memiliki Muhammadiyah bukan sikap reaksioner seperti yang ramai diberitakan.
“Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menginatruksikan kepada Pimpinan Wilayah, pimpinan daerah serta ortom-ortomnya untuk terus menjaga dan merawat amal usaha Muhammadiyah dan tetap mengedepankan koridor hukum, akhlaq, dan tanpa kekerasan dan tegas dalam menjaga ide itu sendiri,’’ tegasnya.
Sementara itu, ketua PW Muhammadiyah Jateng, Drs. H Tafsir, MAg, mengimbau jangan sampai terjadi konflik horisontal. Tetapi angkatan Muda Muhammadiyah harus tetap siaga dan tetap berpegang teguh pada prinsip keamanan pada pihak kepolisian.
“Kita idak ingin terjadi konflik horisontal yang akan memecah belah masyarakat setempat,” jelasnya. (Mohammad Isnan)