Gelar Spiritual Building Training, SD Sudagaran Ingin Bentuk Karakter Siswa Berkualitas

0
743

PWMJATENG.COM, WONOSOBO – “Adab diatas ilmu”, kita maknai bahwa pendidikan yang baik harus menyeimbangkan antara pelajaran dikelas dengan pendidikan akhlak yang baik, sehingga bisa memberikan output yang maksimal untuk perkembangan anak didik.

SD Muhammadiyah Sudagaran sebagai salah satu sekolah unggulan di kabupaten Wonosobo berusaha untuk memfasilitasi total pendidikan karakter, membuktikan slogan itu dengan menyatukan visi dan misi guru dan karyawan dengan launching sekolah ramah anak dan sekolah karakter pada tahun 2017 ini.

Disisi yang lain pengembangan karakter anak didik tidak cukup hanya disampaikan lewat media pembelajaran dikelas dengan metode satu arah dari guru maupun media-media slide yang membosankan bagi usia anak-anak, melalui bagian Kegamaan mereka diajak melakukan kegiatan Pembinaan Keimanan dan Ketakqaan (MABIT) pada hari selasa-rabu, 14-15 Pebruari di Rumah tahfidz Darul Arqom, Kleyang Jurang sebagai media melatih kemandirian, Kontrol emosi serta menumbuhkan nilai-nilai spiritual tentunya.

Kegiatan Spiritual Outbond di Rumah tahfidz Darul Arqom

Adapaun kegiatan Spiritual Building Training ( SBT ) dilaksanakan setiap malam ahad atau saat liburan sekolah dengan bergilir setiap kelas. Pada pelaksanaan SBT kelas III Alfath dan V Almubin kemarin dilaksanakan di Rumah Tahfidz Darul Arqom Kleyang Jurang. Dengan dukungan fasilitas yang memadai menjadikan acara pekanan itu berlangsung khidmat dan seru, dengan jadwal dan materi terarah serta terukur yang di sampaikan para ustadz dan Ustadzah dari Rumah Tahfidz Darul Arqom.

Adapun materi kegiatan antara lain Fiqih ibadah dasar( bacaan dan praktek ), Tahajjud untuk melatih anak membiasakan bangun malam,  serta kegiatan drill tahfidz yang merupakan ciri khusus program SD Muhammadiyah Sudagaran di tutup dengan Spiritual Outbound Kids antara lain Flying fox, Memanah, tubing dan aktifitas game yang lain. Yang lebih menarik anak-anak diajak kerjasama menyiapkan makan sendiri dengan belajar memasak.

“Seru..!“, hanya itu yang keluar dari mulut anak-nak saat ditanya kesan oleh PWMJATENG.COM

Yohani selaku pengasuh Rumah Tahfidz menyampaikan bahwa wahana outbound hendaknya tidak hanya sebatas untuk menjadikan anak bergembira akan tetapi kita tanamkan bahwa didalamnya ada nila-nilai spiritual yang hendaknya dipahami oleh anak-anak, antara lain sebelum bermain Flying fox anak-anak di tanamkan keimanan bahwa kita hendaknya takut dihadapan Allah dengan selalu merasa kecil seperti halnya kita takut ketinggian karena pada hakekatnya Kekuasaan Allah itu luas sedangkan manusia tidak ada apa-apanya. Adapun Archery atau panahan merupakan olah raga Sunnah yang di anjurkan bagi generasi muslim sebagai mana disebutkan dalam hadist.

“ Kami ucapkan terima kasih atas kerjasamanya  semoga kedepannya bisa memfasilitasi kelas yang lain dalam rangka membuka mindset anak-anak bahwa belajar dan berlatih ilmu tidak tersekat ruang gedung sekolah saja, tapi dimanapun tempatnya adalah sarana menimba ilmu. Harapannya ada MOU khusus antar lembaga sebagai pusat pengkaderan Ummat ” tegasnya saat meninjau kegiatan sebelum perpulangan.

“ Kami selalu Welcome dengan sekolah manapun untuk kerja sama, terlebih ada tujuan yang sama untuk pendidikan generasi Ummat yang berkualitas”.  Sambung Yohani, S.S

SD Muhammadiyah Sudagaran sampai saat ini masih membuka pendaftaran siswa baru dengan seleksi yang ketat, seleksi dengan system pemataan sehingga ada kerjasama yang baik antara orang tua dan sekolah. Selian itu sekolah juga mengharuskan calon wali siswa untuk interview sehingga dari awal sekolah sudah mengetahui sejauh mana keseriusan mereka menyekolahkan anaknya di sekolah ini. ( Aro-MPI