Diskdikbud Jateng Kunjungi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

0
42

PWMJATENG.COM, SOLO – Dalam rangka keikutsertaan Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional dan peringatan hari pers Nasional 2020, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan ke SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jum’at (7/2/2020).

Dalam kunjungannya, Ameliasari Budiprahara, SIP, MSi Staf Subbag Program pada Sekretariat Disdikbud disambut hangat oleh Kepala Sekolah beserta tim sekolah Winarsi, Winursita, Wiyatno, Nurtiningsih, Indriyani dan Jaka Prasetya yang juga turut hadir menjamu.

Menurut Ameliasari Budiprahara, kunjungannya dilakukan untuk menjaga silaturrahim dan menindaklanjuti surat permohonan pembinaan dari kepala sekolah tanggal 8 Januari 2020 nomor 407/III.4.AU/A/I/2020.

“Belum seluruh tim, hanya kami dari disdikbud dan dua rekan Suci Astuti, dan Wahyu Ardianto Setiabudi, selain itu juga terkait perkembangan inovasi, habits siswa dan ingin melihat kolaborasi melalui radio streaming pendidikan, radio Solo Belajar terkait kampanye sekolah sehat,”tuturnya.

Habits adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang, karena itu keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan kebiasaan.

Kepala Sekolah, Hj. Sri Sayekti mengatakan, beragam kegiatan pendukung dilakukan pihaknya untuk mendukung sekolah sehat.

Seperti pemeriksaan kesehatan gigi, dokter kecil, pengukuran tinggi dan berat badan, ketajaman mata, pemeriksaan kuku dan Jumat bersih.

Selain itu, ditanamkan juga menggosok gigi sebelum kegiatan belajar, dan cuci tangan sebelum makan, gizi seimbang isi piringku, konsumsi air putih, sosialisasi penanganan mesntruasi bagi kelas 6 dan ramah anak, imunisasi, merawat tanaman, membuang sampah pada tempatnya, .

“Halaman sekolah kami ada 6 sumur resapan, 56 biopori, laboratorium botani, juga terdapat apotik hidup, ruang UKS modern dengan sistem informasi Elektronik dilengkapi alat periksa gigi, melaksanakan kegiatan PHBS dan presentasi sesuai jadwal, serta senam peregangan,” kata Sayekti.

Tugu UKS/M bukan sekedar pajangan, namun slogan yang ada merupakan program kesehatan yang konsekuensinya harus dilaksanakan.

Tiga program pokok dalam pembinaan dan pengembangan UKS, meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat.

Wakil Kepala sekolah bidang kurikulum yang juga ketua program sekolah sehat mengucapkan selamat datang.

Menurut Winarsi, kunjungan menjadi hal positif untuk memberi motivasi sekolah. Penanaman sikap sehat bisa dilatih sejak dini mulai sejak dini.

Sehingga bisa menumbuhkan tanggung jawab kepada anak tentang kebersihan, keindahan dan kesehatan.

“Indikasi sekolah sehat bisa dilihat pertama kali dari toilet sekolah. Jika bersih maka bisa dipastikan lingkungan sekolah yang lain bersih dan indah, anak usia sekolah adalah masa emas untuk menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat dan berpotensi mengkampanyekan PHBS baik dilingkungan rumah, sekolah maupun masyarakat,” ungkapnya. (Humas, Jatmiko)