Direktur Binmas Polda Silaturahmi ke PWM Jateng

0
505

SEMARANG – Polda Jateng melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat akan melakukan penyuluhan kepada anak-anak di bawah naungan organisasi Muhammadiyah di Jawa Tengah terkait dengan pembinaan yang meliputi masalah kenakalan remaja yang menyangkut narkoba dan masalah terorisme.
“Jadi banyak aset-aset yang dimiliki oleh Muhammadiyah termasuk sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD sampai SMA bahkan Ponpes serta mahasiswa sehingga perlu kerjasama,” ungkap Direktur Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Jateng, Kombes Pol Muhammad Son Ani,  saat melakukan pertemuan dengan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Drs. H. Tafsir, M. Ag, bersama jajarannya di gedung PWM jalan Singosari Semarang, Selasa (26/7/2016).
Hadir dalam acara tersebut Ketua PW Aisyiah Jateng Dr. Ummul Baroroh, Wakil Ketua Aisyiah Kus Badrinuh, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Drs Musman Tholib, Drs Yazid Jamil, DR Hasan Asy’ari, Wakil Sekretaris PW Muhammadiyah Drs Wahyudi, Sekretaris Dikdasemen, Karnadi Hasan, Sekretaris LPPK Supriyono dan Ketua lembaga hibah dan kebijakan politik, M.Khafid Siratudin, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Teguh Hadi Prayitno.
Lebih lanjut Son Ani mengatakan penyuluhan mengenai masalah narkoba, kenakalan remaja dan terorisme ini nantinya akan dibuat kerjasama sehingga waktu-waktu dapat dilaksanakan kepada kepada anak-anak yang dibawah organisasi muhammadiyah khususnya di Jateng.
“Semuanya termasuk pendidikan yang akan ditindak lanjuti dengan kerjasama dan itu tujuannya untuk menghindarkan anak-anak dengan kejahatan serta kenakalan remaja. Sedangkan untuk masuk ke kurikulum susah sehingga kita bisa masuk ke ektrakulikuler seperti kepramukaan sehingga masuk ke situ dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan mulai dari pesan kamtibmas sampai dengan masalah narkoba, kenakalan remaja,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Drs. H. Tafsir, M. Ag, mengatakan antara Polisi dengan Muhammadiyah itu saling membutuhkan dan saling melengkapi bahwa Muhammadiyah membutuhkan polisi, dan begitu sebaliknya.
“Semuanya itu saling membutuhkan apalagi memiliki tanggungjawab yang sama yakni menjaga keamanan tidak hanya tanggunga jawab polisi saja etapi semua masyarakat,” akunya.
Untuk itu, ungkapnya, Muhammadiyah akan mengambil peran-peran yang terkait dengan pembinaan keamanan yang tentunya pada bidang yang bisa diambil oleh muhammadiyah. Dan tidak tertutup kemungkinan Muhammadiyah yang begitu banyak perserikatan membutuhkan kepolisian terkait dengan banyak hal.
“Karena aspek yang ditangani oleh Muhammadiyah menyangkut semua aspek kehidupan maka kerjasama ini bisa di ekonomi, pendidikan, kesehatan yang semuanya terkait dengan kepolisian sehingga kami sangat membutuhkan, apalagi kasus yang melanda di Mummahdiyah yang terkait dengan hukum di Kesehatan,” ungkapnya.
Sehingga tidak bisa mengabaikan kepolisian, paparnya, karena banyak hal yang di Muhammadiyah sering tidak bisa dilakukan dimediasi akhirnya melalui jalur Polisi walaupun kita punya prinsip seluruh persoalan diseleaikan secara mediasi kekeluargaan.
“Bahwa untuk ranah hukum merupakan alternatif terakhir karena tidak ada jalan lain untuk menyelesaikannya. Dan Kerjasama ini akan dilakukan pembahasan minimal seperti yang disampaikan oleh Direktur minimal pada level kerjasama syukur kalau bisa naik ke Mou,”paparnya. (Teguh HP)