Din Syamsudin Ingatkan Ada Oknum yang Sengaja Ingin Pecah Belah Umat Islam

1
946

PWMJATENG.COM, JEPARA – Pengajian Akbar oleh Prof Dr KH Din Syamsudin, MA dalam rangka peresmian ponpes modern assyifa’  Muhammadiyah Blimbingrejo Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Ahad (9 April 2017) sejak jam 7 pagi begitu penuh sesak dengan peserta jamaah pengajian yang jumlahnya 10.000 an jamaah dari berbagai penjuru Jepara, Kudus, Demak dan sekitarnya.

Pak Din Syamsudin mantan ketua PP Muhammadiyah dari Jakarta sebagai pembicara menjadi magnet tersendiri bagi jamaah pengajian untuk berbondong bondong menghadiri pengajian akbar dalam rangka Peresmian Ponpes Modern Assyifa Muhammadiyah.

Di awal ceramahnya Beliau menyampaikan bahwa umat islam harus memiliki sumber daya manusia berkualitas yang mampu menguasai ilmu. Pengetahuan dan teknologi “Umat Islam di Indonesia terkesan terpinggirkan,padahal jumlahnya lebih dari 86 persen dari jumlah penduduk Indonesia,” jelasnya.

Beliau mengungkapkan umat Islam harus mandiri, dan menjadi orang kaya. Menurutnya, kalau umat Islam Indonesia miskin pasti akan disetir oleh pihak lain. Din mencontohkan saat pilkada berlangsung banyak “umat” yang dibeli suaranya utk memenangkan satu pasangan calon.

Pak Din juga bercerita saat tanggal 16 November 2016 bertemu khusus empat mata dengan Presiden Joko Widodo di istana negara. Pak Din dimintai pertimbangan tentang kondisi negeri ini,setelah peristiwa aksi 411. Pak Din menyampaikan kepada Presiden, tolong Bapak Presiden bisa mengambil hikmah dari aksi 411, rakyat yang mayoritas umat islam menuntut dan mengimbau kepada pemerintah utk menegakkan keadilan,kasus penista agama yg menyakiti hati mayoritas rakyat indonesia harus di adili seadil-adilnya.

“Gara-gara ulah 1 orang, harmoni bangsa terkoyak-koyak, umat Islam dianggap anti kebinekaan, sebetulnya siapa yang sesungguhnya anti kebinekaan?” tegas Din.

Diakhir ceramahnya,Pak Din mengingatkan umat Islam di Indonesia agar selalu bersatu. Din mensinyalir adanya  oknum tertentu yang ingin umat islam berpecah belah. Karena itu, dia mengingatkan agar 2 ormas islam terbesar yakni NU-Muhammadiyah menjaga kebersamaan dan selalu menjalin kerjasama, saling berfastabiqul khoirot.

Din menegaskan, sebenarnya ada kesamaan gerakan muhammadiyah dan NU, di mana kedua organisasi ini masuk kategori umattan wasathon/ wasathiyah/tengahan. “Tiirulah Jepara, di mana antara PDM Jepara dan pengurus tanfidziyah NU selalu harmonis,” ungkapnya.

Ceramah Pak Din diakhiri oleh Do’a penutup oleh Gus Yatun pengurus tanfidziyah NU kabupaten Jepara. (Imanullah Noor Amala)