Din Syamsuddin : Umat Islam Harus Mampu Menjadi Umat Terbaik

PWMJATENG.COM, BANJARNEGARA – Dalam rangka mnyambut datangnya bulan Ramadhan 1438 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara menggelar kegiatan pengajian akbar dengan pembicara  Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA. Ketua PP muhammadiyah 2010 – 2015. Pengajian akbar ini diberi tajuk Pengajian Jelang Romadhon (PaJeRo).

Pajero yang dilaksanakan pada hari Kamis (11/5) di komplek RS PKU Muhammadiyah Banjarnegara yang terletak di desa Danaraja Kecamatan Purwanegara ini disertai dengan launching pembangunan RS PKU Muhammadiyah Banjarnegara dan juga penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Majelis Pemberdayaan Masyarakat dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara dan Juga Konsorsium Ekonomi Kerakyatan. Selain itu, dilaksanakan pula pelantikan Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah dan juga pimpinan Kwartir Daerah Hizbul wathan Banjarnegara.

Tim pengembangan RS PKU Muhammadiyah Banjarnegara sampai saat ini terus mematangkan perencanaan pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah dan rencananya akan mulai beroperasi pada tahun 2018. Pada momen pengajian itu terkumpul 34 sertifikat hak milik pimpinan maupun warga Muhammadiyah yang akan dijadikan agunan pinjaman modal pembangunan RS PKU. Ini adalah bentuk semangat dan pengorbanan warga Muhammadiyah dalam rangka mensukseskan pembangunan RS PKU Muhammadiyah. Mereka secara sukarela meminjamkan sertifikat hak milik tanahnya untuk Muhammadiyah.

Sementara itu Majelis Pemberdayaan Masyarakat menandatangani dua kesepakatan kerjasama. Yang pertama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara. MPM bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan akan bersama – sama menjalankan program pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk jihad menegakkan kedaulatan pangan. Perjanjian kedua adalah kerjasama dengan Konsorsium Ekonomi Kerakyatan tentang kerjasama pelaksanaan program Rumah Pangan Kita (RPK). RPK merupakan program dari Perum Bulog yang bertujuan untuk membangun jaringan distribusi pangan berbasis kerakyatan. RPK diharapkan mampu menciptakan kestabilan harga pasar.

Ribuan warga membanjiri pengajian Din Syamsuddin


Pengajian jelang ramadhan dihadiri oleh ribuan warga Muhammadiyah. Lapangan komplek RS PKU Muhammadiyah Banjarnegara penuh sesak. Banyak warga yang rela berpanas – panasan mendengarkan uraian hikmah dari Din Syamsuddin. Cuaca yang cukup terik siang itu tak membuat warga bergeming. Dalam pengajiannya Din Syamsuddin berpesan agar umat islam benar – benar bisa menjadi umat yang terbaik. Bulan ramadhan sebagai bulan untuk mensucikan diri dan memperkuat diri. Hingga sampai dengan akhir ramadhan bisa lahir umat terbaik. “Situasi umat Islam akhir – akhir ini penuh ujian dan cobaan, terutama di Negara kita. Islam sebagai bagian terbesar Negara Indonesia belum menampilkan peran – peran berarti, mudah dilecehkan dan dihina. Untuk itu perlu muhasabah evaluasi diri agar ketemu jalan keluar untuk bangkit untuk memajukan diri, jumlah kita yang mayoritas harus diimbangi dengan kualitas yang baik. Jika itu bisa diwujudkan maka tidak seorangpun yang berani melecehkan kita”

Untuk mencapai tujuan itu Din berpesan agar warga Muhammadiyah mampu meningkatkan kualitas ibadahnya. Tidak hanya sekedar ibadah tapi disertai dengan ta’abud, upaya yang ikhlas, khusyuk mendekatkan diri kepada Allah. Banyak orang beriman gagal melakukan ibadah, terjebak dalam kerutinan dan hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Hal itu harus diperbaiki, terutama di bulan Ramadhan nanti. Bagaimana ibadah tidak hanya sekedar ikut – ikutan karena ramai, tetapi bersungguh – sungguh.

Ayat – ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan puasa Ramadhan mengandung banyak sekali harapan – harapan Allah kepada manusia, terutama pada surat Al-Baqarah ayat 183 – 186. Harapan pertama adalah melalui ibadah di bulan Ramadhan diharapkan manusia mampu menjadi orang yang bertaqwa. Yang kedua adalah menjadi orang – orang yang bersyukur atas hidayah – hidayah Allah, hidayah yg dibawa dari lahir (naluri, indrawi, akal pikiran). Harapan yang ketiga adalah menjadi orang – orang yang tercerahkan, dan harapan untuk menjadi orang – orang yang memperoleh kemenangan / kebahagiaan

“Manusia punya potensi untuk mewujudkan harapan itu, masalahnya adalah mau atau tidak. Jika mau pasti mampu, namun jika tidak mau pasti tidak mampu” pesannya. (Fitran)