Din Syamsuddin: Inilah Makna Beragama Yang Mencerahkan

0
62

TEGAL – “Beragama yang mencerahkan merupakan dakwah pencerahan yang menunjukkan bahwa dakwah pada dasarnya mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju terang benderang”. Hal itu disampaikan oleh Prof.Din Syamsuddin dalam tausiyahnya pada acara hari Ber-Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabuaten Tegal secara daring melalui Zoom.

Menurut Din, beragama yang mencerahkan mempunyai 3 aspek penting, yang pertama ialah kebebasan. Maksudnya ialah kebebasan dari segi aqidah, membebaskan dari segala hal yang syirik, kebabasan ilmu pengetahuan, serta kebebasan ekonomi. Yang kedua ialah pemberdayaan. Dalam hal pemberdayaan Muhammadiyah sudah banyak berkiprah, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi. Ketiga ialah pemacuan. Bahwa semua itu harus dipacu agar bisa membawa keunggulan yang berkemajuan.

Maka dengan beragama yang mencerahkan lanjut Din, harus sudah terwujud pribadi yang tercerahkan terlebih dahulu. Mulai dari pribadi, kelompok kemudian jama’ah yang mencerahkan agar bisa mencerahkan banyak orang diluar sana. “Sehingga sebelum mencerahkan banyak orang, diri sendiri harus tercerahkan terlebih dahulu”. Papar Din.

Beragama yang mencerahkan ini diangkat menjadi tema sidang tanwir beberapa waktu lalu. Kata tanwir itu sendiri berasal dari kata munawir yang berarti membawa pencerahan kepada orang lain. Maka sudah seharusnya beragama seperti itulah yang seharusnya dibawa, sebab beragama itu bermuara pada akhlak yang baik.

Sementara itu, Arief Azman selaku Ketua PDM Kabupaten Tegal dalam sambutan pembukaan juga menyampaikan hal demikian. “Keadaan kita hari ini di tengah-tengah kondisi bangsa saat ini umat membutuhkan pencerahan oleh kita semua terutama dari kader Muhammadiyah untuk bisa menjadi umat yang mempunyai kemampuan dan kemauan untuk berubah lebih baik”. Ungkap Arief. Kita sebagai umat Islam sangat berat dalam berbangsa dan kehidupan maka dengan tema hari Ber-Muhammadiyah kali ini mudah-mudahan kita bisa terus mengasah diri dan terus berusaha untuk memperbaiki secara personal maupun secara komunal sebagai langkah proses, dari waktu ke waktu kita menjadi orang yang lebih baik bahwa beragama ini bisa membentuk dan memiliki nilai Akhlak Yang Mulia “Semoga kita bisa meniru apa yang di contohkan Rasulullah SAW”. Tutupnya.

Acara ini dilaksanakan oleh majelis Tabligh yang bekerjasama dengan Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kabupaten Tegal via Daring pada Ahad, (11/10) yang diikuti oleh seluruh simpatisan, kader Muhammadiyah dan AUM Se-Kabupaten Tegal dan sekitarnya.(Ranov)