Din Syamsuddin Hadiri Silaturahmi Akbar Muhammadiyah Kota Semarang

0
307

SEMARANG – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA, menghadiri Silaturahmi Akbar Muhammadiyah Kota Semarang, Minggu (1/9), di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Dalam acara tersebut, Din Syamsuddin mengajak kepada seluruh umat Islam untuk bangkit dari keterpurukan, seperti yang terjadi di beberapa negara di timur tengah akhir-akhir ini, karena menurut Din selama ini umat Islam nyaris seperti jalan di tempat.
Dihadapan ribuan warga Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Din Syamsudin mengajak untuk memanfaatkan momen bulan Syawal untuk bangkit bersama dengan mengembalikan fitrah sebagai manusia. “Fitrah kemanusiaan itu bukan hanya mengandung kesucian tetapi juga mengandung arti kekuatan, maka Idul Fitri adalah hari raya kesucian dan kekuatan, suci terbebas dari noda dan dosa, serta apa yang kita lakukan di bulan puasa adalah dalam rangka melatih kekuatan untuk bangkit,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Din Syamsudin menjelaskan yang paling berpengaruh dalam mengembalikan fitrah kita sebagai manusia adalah proses kehidupan atau faktor ajar. “Faktor ajar lebih penting daripada faktor dasar, faktor dasar itu apa yang kita bawa dari lahir, tetapi proses kehidupan, hal itu penting untuk mengembalikan fitrah kita sebagai manusia,” tegas Din.
Selain Din Syamsudin dan ribuan warga Muhammadiyah, nampak hadir pula Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, KH. Musman Tholib, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) beberapa kota dan kabupaten di Jawa Tengah, Direktur RS Roemani, Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Se-Jawa Tengah, pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah dan alumni haji yang tergabung dalam KBIH Muhammadiyah.
Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Parlin mengatakan pengajian dengan tema Merajut Ukhuwah, Mengkokohkan Integritas Bangsa tersebut menjadi kegiatan yang spektakuler karena Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H.M. Din Syamsudin, MA, secara khusus dapat hadir di tengah warga Muhammadiyah Kota Semarang. “Tema pengajian ini berangkat dari situasi pemimpin negeri ini yang korup, mereka lupa bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban kepemimpinannya kelak. Jika di dunia dapat berkelit, berargumentasi, tetapi di akherat tidak,” tegas Parlin. “Kita harus bisa mengemban, mampu, mengelola kebinekaan, agar jadi kekuatan yang besar. Pemimpin harus memiliki integrtitas. Saling konflik dan curiga membuat hidup pun melelahkan. Integritas tidak kasat mata, tetapi bisa dilihat dari kepatuhan, konsistensi pikiran ucapan dan perbuatan. Ibarat sayur dan garam, tanpa integritas, kepemimpinan tidak dapat dirasakan manfaatnya,” tambahnya. (Fakhrudin/suaramerdeka.com)