Din Syamsuddin Hadiri Musyda Muhammadiyah Sragen

0
352

Sragen – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsudin, MA, menghadiri Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadiyah, Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Sragen di GOR Diponegoro Sragen, Minggu (2/1).
Musyda Muhammadiyah Kabupaten Sragen merupakan Musyda kali pertama yang dihadiri Din Syamsudin pasca-Muktamar Muhammadiyah beberapa waktu lalu.
Dalam acara tersebut, hadir pula sejumlah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sragen dan sejumlah anggota Forum Pimpinan Daerah Sragen serta para calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup).
Din Syamsudin dalam sambutannya menekankan kepada warga Muhammadiyah agar meluruskan niat dalam berorganisasi, yakni hanya untuk mencari ridlo Allah SWT.
“Muhammadiyah merupakan The Largest Modernis Islamic Organization atau organisasi Islam modern terbesar di dunia. Muhammadiyah sudah menyebar ke sejumlah negara di Dunia. Bahkan meskipun tidak memiliki hubungan langsung dengan Muhammadiyah di Indonesia, tetapi ajaran Muhammadiyah mulai dikembangkan di sejumlah negara,” ujarnya.

Tanggapan Terkait Pilkada Sragen
Din Syamsudin juga menyerahkan keputusan dukungan warga Muhammadiyah kepada Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Sragen dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Din menekankan kader Muhammadiyah yang tampil dalam Pilkada akan didukung warga Muhammadiyah.
Dari sekian calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) yang hadir dalam Musyda Muhammadiyah, Din hanya menyebut Cabup Agus Fatchurrahman sebagai kader Muhammadiyah yang pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Sragen.
Sedangkan calon lainnya, Daryanto, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Darmawan Minto Basuki yang hadir dalam acara itu tidak disebut Din.
“Pimpinan Pusat tentu menangani proses demokrasi yang bersifat nasional, bukan daerah. Proses demokrasi di daerah diserahkan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Pada dasarnya Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik praktis, tetapi orang per orang punya tanggung jawab sebagai warga negara untuk menyukseskan proses demokrasi. Kalau ada kader Muhamamdiyah yang tampil, tentu warga Muhammadiyah akan mendukungnya,” tegas Din.
Menurut dia, Muhammadiyah secara kelembagaan tidak mencalonkan seseorang dalam Pilkada. Dia mengatakan banyak kader dan tokoh Muhammadiyah yang ikut berlaga dalam pesta demokrasi di tingkat provinsi, kabupaten/kota.
Din juga menyatakan tidak pernah membicarakan soal gender dalam persoalan demokrasi. Din tidak memberikan komentar terkait calon perempuan. (Udn/Solopos)