Dicari Pemimpin yang Memiliki Integritas

0
586

PWMJATENG.COM, BANJARNEGARA – Pilihlah pemimpin yang memiliki integritas. Salah satu indikasinya, Dia tidak akan memenangkan pemilihan dengan melakukan suap atau money politik. Demikian Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, DR. Dahnil Anzar Simanjuntak, ME, Minggu (18/12) pada Sarasehan dan Temu Alumni Angkatan Muda Muhammadiyah di Gedung Pengajian Istiqomah.

“Sesungguhnya kerusakan suatu Negara itu bukan karena komunisme ataupun liberalisme. Namun karena para pemimpinya sudah kehilangan integritasnya. Kehilangan moralnya. Mereka tunduk pada uang. Mereka sujud pada uang” katanya.

Menurutnya, uang suap ini akan menjadi akar kerusakan suatu Negara atau daerah. Sebab pemimpin yang mengandalkan pada uang, hanya akan mengabdi pada uang. Dan bila uang yang menjadi Tuan, maka rusaklah suatu Negara atau suatu daerah.

Bila suatu daerah miskin, tidak sejahtera rakyatnya, kata Dahnil, itu bukan karena dari sananya. Sebab tidak ada suatu Negara atau suatu wilayah yang ditakdirkan miskin dan rakyatnya tidak sejahtera. Atau suatu wilayah yang ditakdirkan kaya raya. Hal tersebut lebih dikarenakan salah kelola para pemimpinya.

“Tidak ada suatu Negara atau wilayah dimanapun yang diberikan Tuhan langsung makmur atau ditakdirkan miskin. Kemiskinan dan ketidaksejahteraan yang terjadi lebih dikarenakan pemimpinnya yang salah urus” katanya.

Ditambahkan, konstruksi kebudayaan suatu bangsa juga ikut menentukan kemajuan bangsa tersebut. Bangsa dengan nilai-nilai kebudayaan tinggi seperti disiplin, dan komitmen tinggi, lebih berpotensi menjadi bangsa yang besar. Daripada bangsa dengan karakter sebaliknya, tidak disiplin, dan komitmen rendah. Dan Indonesia, tegasnya, ada pakar yang menyebut memiliki karakter yang belakang.

“Oleh karena itu syarat suatu daerah bila ingin maju adalah memilki pemimpin yang berintegritas dan memilik instrument kebudayaan yang mendukung pembangunan seperti disiplin dan berkomitmen tinggi” katanya.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Wasis menjelaskan mengapa konsep kegiatan Sarasehan tersebut mengambil Tema “Berjamaah Melawan Korupsi” karena Angkatan Muda Muhammadiyah ingin mendorong adanya gerakan moral melawan korupsi yang sudah demikian menggurita. Momen menjelang Pilkada ini, lanjutnya, merupakan momen bagus saat masyarakat Banjarnegara tengah berada dalam proses pemilihan pemimpinnya. Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini dengan tema Berjamaah Melawan Korupsi juga menjadi wujud control sosial Pemuda Muhamadiyah.

“Harapan kami sarasehan ini dapat menginspirasi public akan pentingnya memilih pemimpin yang berintegritas dan berkomitmen tinggi untuk tidak korupsi. Tidak hanya untuk saat sekarang, namun juga di saat si pemenang terpilih menjalankan pemerintahannya” katanya. (eko br)