Di Pelantikan PCM Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan, KH Iskhaq: Muhammadiyah by Insiden dan by Desain

0
630

KENDAL – Seseorang berani dan bersedia dengan ikhlas bergabung di keluarga besar Muhammadiyah karena faktor insiden, yang diawali dengan melihat langsung terhadap gerakan sosial keagamaan dan gerakan pemikiran yang progresif berkemajuan. Demikian kata wakil ketua PDM Kendal, Drs.KH. Iskhaq, Dip.Kmd di hadapan ratusan jamaah yang hadir di acara pelantikan PCM Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan di gedung Balai Dakwah Muhammadiyah Kaliwungu, Ahad (31/7/2016).
Direktur Pondok Darul Arqam Paten tersebut dalam tausiahnya mengungkapkan tentang dirinya sebelum bergabung di persyarikatan Muhammadiyah, ada pertimbangan rasional sebelum berdakwah lewat Muhammadiyah, saya berangkat dari keluarga yang kental dengan nilai – nilai Islam tradisional, di dalamnya terdapat budaya – budaya Hindu yang dikemas dengan casing Islam, kedua orang tuaku hafal dengan ayat – ayat barzanji yang sering dilantumkan, akunya, namun setelah mempelajari dengan seksama tentang sejarah dan faham Islam dalam Muhammadiyah, diskusi serta memperhatikan gerakan – gerakan Muhammadiyah di ranah masyarakat luas, merasa tidak ragu untuk berMuhammadiyah, tuturnya disambut senyum jamaah yang hadir.
Tentang Muhammadiyah by desain, laki – laki kelahiran Karanganyar 1967 menilai lebih aman dan tidak mengalami gejolak batin ketika pertama kali mendengar kata Muhammadiyah . Muhammadiyah by desain adalah mereka yang lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga Muhammadiyah yang lepas dari budaya – budaya tradisional, nuansa – nuasa keIslaman berupa peribadatan, muamalah dan akhlak keseharian selalu dirujukkan kepada al qur’an dan as sunnah oleh kedua orang tuanya dan atau saudara – saudaranya yang sefaham dengan Muhammadiyah, jelasnya.
Lebih jauh beliau mengatakan. Karena Muhammadiyah karakternya rasional dan modern maka muncullah beberapa perbedaan dengan organisasi keagamaan tradisional yang tidak sebatas pada beda ubudiah, tetapi juga beda di ranah kelola organisasi dan kepemimpinan. Menurut Iskhaq, walaupun Muhammadiyah dipimpin oleh orang yang cerdas dan alim tetaplah ia manusia yang bisa salah dan khilaf, Muhammadiyah tidak mengkultuskan seseorang, tidak ada calon pimpinan independen atau mencalonkan diri, calon pimpinan dipilih berjenjang dan demokratis, ukhuwah, memperbanyak kawan dan egaliter, di organisasi keagamaan tradisional pemimpinannya menurut beliau cenderung tidak boleh disalahkan, dilarang mengkritik, dikultuskan karena dinilai setengah wali, mempunyai kemampuan supranatural, berani mencalonkan diri dan memimpin sebuah lembaga karena faktor warisan, pungkasnya.
Prosesi pelantikan berjalan khidmat, diawali dengan pembacaan surat keputusan oleh sekretaris PDM Kendal, H. Yusuf Darmawan, M.Pd, Dip.Kmd. Adapun ketua PCM Kaliwungu adalah H. Sukamto, PCM Kaliwungu Selatan Drs.H. Susilo Wahyudi, Ketua PCA Kaliwungu, Hj Nur Khayati, S.Pd, dan ketua PC NA Kaliwungu Ismawati Setyaningsih, S. Kep.
Kegiatan pelantikan ditutup dengan penyerahan kenang – kenangan buku Setengah Abad Sang Surya Bersinar, Sejarah Perjalanan Muhammadiyah di Kaliwungu, Kendal yang ditulis Shahibul Hirri Abdullah Al Firdausyi (A.Ghofur/MPI Kdl)