Di HKBN 2017, Ratusan Siswa-Siswi MI Muhammadiyah Mulyosari Sukorejo Lakukan Apel dan Bersih – bersih Jalan Sepanjang 2 Km

0
691
Siswa_siswi MI Muhammadiyah Purwosari, Sukorejo. Kendal usai apel HKBN melakukan bersih_bersih jalan sepanjang 2 km

PWMJATENG.COM, KENDAL – Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2017 yang jatuh hari Rabu (26/4) telah diperingati berskala nasional melalui apel dan kegiatan – kegiatan yang bernilai edukasi penanggulangan bencana, terutama oleh seluruh pelajar Muhammadiyah dari timur sampai barat, termasuk mereka yang mengenyam pendidikan Muhammadiyah yang berada di pegunungan.

Adalah MI Muhammadiyah Mulyosari, Kec. Sukorejp, Kab. Kendal. Sebuah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan  yang berlokasi di pegunungan, jauh dari perkotaan merasa tidak ketinggalan pada HKBN tahun ini. Mereka para siswa turun ke halaman sekolah untuk mengikuti apel bersama warga Muhammadiyah dan Ortom tingkat ranting. Bertindak sebagai inspektur apel adalah kepala MI Muhammadiyah Purwosari, Ahmad Syifa’, S.Pd.I, Dip.Kmd.

“ Dalam apel HKBN tahun ini kami tidak bergabung dengan sekolah lain yang ada di SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo, karena jarak tempuh yang jauh. Kami menggelar apel sendiri bersama anak – anak, para guru  dan warga Muhammadiyah Mulyosari “ kata Syifa’.

Menurut beliau, dipilihnya bersih – bersih jalan sebagai bagian dari kegiatan HKBN, karena selain kebersihan, bebas sampah akan mengurangi banjir. “ Jangan dikira kami yang ada pegunungan tidak khawatir dengan banjir. Banjir bisa terjadi di daerah pegunungan. Ingat kisah Nabi Nuh yang terkena banjir bandang di zamannya sampai banjir tersebut ke puncak gunung “ jelasnya sambil mengutip ayat Alqur’an surat Hud 42-43. “ Hai anakku, naiklah ke (perahu) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir. “ Anaknya menjawab. “ Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “ Tidak ada yang bisa melindungi hari inidari adzab Allah selain Allah Yang Maha Penyayang. “ Dan gelombangnya menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan “

 Sebagai pengingat, di pegunungan, tepatnya di dukuh Kenjuran, desa Purwosari, tetangga desa Mulyosari  beberapa bulan lalu pernah terjadi musibah banjir bandang yang mengakibatkan puluhan rumah rusak. “ Maka melalui HKBN ini kami mengajak anak-anak untuk melakukan bersih-bersih jalan sepanjang 2 km di desa ini. Melalui kegiatan kebersihan selain desanya bersih juga mengurangi akibat banjir. Kami juga melihat banyak saluran air atau selokan yang tersumbat sampah, maka kita bersihkan bersama – sama. Kepedulian anak didik kita terhadap lingkungan perlu ditingkatkan, mari kita jaga alam kita dengan baik, agar tidak marah dengan bencana alam “ jelasnya.

Pemandangan kegiatan siswa MI Muhammadiyah Mulyosari ternyata mendapat perhatian warga setempat, salah satunya adalah Rubaiyah (52) yang merasa simpatik dengan kegiatan bersih – bersih. “ Anak-anak saja mampu bersih-bersih desa, mestinya warga disini juga bisa meluangkan waktu untuk melakukan hal sama, agar desanya lebih bersih “ katanya. (Irul/MPI Kendal )