Dari Rakor KS SMK Muhammadiyah se Jawa Tengah, Sambut KIK dengan Lulusan Berkualitas

0
578
Jpeg

pwmjateng.com. KENDAL. Kendal adalah salah satu dari enam daerah di Indonesia yang sedang berproses sebagai Lokasi Kawasan Ekonomi Kusus ( LKEK ), dan kota Beribadat tersebut akan segera menunjukkan potensinya di bidang perekonomian, sebagai Greater Semarang , The Investment Gate of Central Java. Adalah PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development Ltd bekerja sama dalam pengembangan Kendal Industrial Park by the Bay atau Kawasan Industri Kendal ( KIK ), dengan luas area 2.700 hektar, sebuah kawasan terpadu di Jawa Tengah yang megah segera terwujud di kota Santri Kaliwungu, Kendal. KIK dirancang sebagai kawasan industri terbesar di Jawa Tengah dan menjadi kawasan industri standar internasional dengan pembangunan mixed-use yang mencakup daerah industri serta perumahan dan komersial yang memenuhi peningkatan permintaan untuk kompetitif biaya manufaktur di Indonesia. Informasi yang terhimpun, ada tiga zona industri di KIK, yaitu Zona industri 1, Luas 972 ha ; terdiri dari kawasan industri logam, industri aneka, kawasan ekonomi khusus, kawasan pergudangan, kawasan fasilitas umum, kawasan pengolahan limbah, dan kawasan penyangga. Zona industri 2, dengan luas 792 ha berdiri kawasan industri kimia, kawasan industri aneka, kawasan industri hasil pertanian, kawasan pengelohan limbah, kawasan pemukiman, kawasan pengangga, dan kawasan fasilitas umum, untuk zona industri 3, luas 468 ha ; terdiri kawasan industri kimia, kawasan industri aneka, industri hasil pertanian, pengolahan limbah, kawasan pemukiman, penyangga, kawasan fasilitas umum dan zona komersial.

Memahami hal tersebut, forum komunikasi kepala SMK Muhammadiyah se Jawa Tengah melalui Rapat Koordinasi, Sabtu ( 15/10 ) di SMK Muhammadiyah 3 Weleri bertekat berpartisipasi dengan mempersiapakan lulusan – lulusan berkualitas untuk bisa bekerja di KIK sesuai kompetensinya. “ Keberadaan KIK kita sambut dan layani dengan memasok man power, tenaga kerja lulusan SMK Muhammadiyah yang professional “ kata kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, H. Yusuf Darmawan, S.Pd, M.Pd, Dip.Kmd, sebagai tuan rumah di hadapan 76 kepala sekolah SMK Muhammadiyah Jawa Tengah yang hadir di kegiatan tersebut . Menurut beliau, lulusan SMK Muhammadiyah akan mampu menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja di KIK. “ Semua program keahlian yang dimiliki SMK Muhammadiyah sesuai dengan kebutuhan industri yang ada di KIK, sehingga lulusannya dapat bekerja “. Sedangkan Ketua Majelis DIKDASMEN PWM Jateng, Dr. H. Iwan Junaedi, M. Pd yang hadir di acara Rakor mendorong kepada seluruh kepala SMK Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas sekolahannya, “ Jadikan SMK kita sebagai sekolah mandiri menjadi unggulan yang lulusannya mampu terserap di dunia industri dengan mudah “
Kepala Humas PT KIK Mifti Haris menjelaskan tugas utama KIK adalah menyediakan SDM , “ Kami menyiapkan SDM lokal untuk tenaga kerja di KIK, dalam perekrutannya bekerja sama dengan dunia pendidikan kejuruan dan perguruan tinggi “ katanya. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa KIK sebagai mega kawasan industri terbesar, “ KIK dibangun bersifat multinasional, yang melibatkan 20 perusahaan dunia, dengan tenaga sesuai kompetensi 10.000 orang dan salah satu sumber tenaga tenaga kerja adalah lulusan sekolah kejuruan “ pungkasnya. ( AbG/MPI Kendal )