Dari Kaleng Tabungan Akhirat, Mufourga Bangun Ruang dan Asrama

0
818

PWMJATENG.COM, PURBALINGGA – Dalam rangka membangun ruang kelas dan asrama Mufourgs Boarding School MTs Muhammadiyah 4 Purbalingga di Slinga, Kecamatan Kaligondang, Jawa Tengah telah membuat gerakan Tabungan Akhirat atau celengan dari kaleng bekas dan telah terbagi kepada masyarakat di tiga Desa, yaitu Slinga, Kalikajar dan Kembaran Wetan.

Gerakan tersebut telah berlangsung selama tiga tahun dan berjalan cukup efektif. Setiap satu bulan sekali, petugas akan mendatangi rumah warga untuk mengambil isi tabungan, yang selanjutnya disetorkan kepada Panitia Pembangunan.

Kepala MTs Muhammadiyah 04 Purbalingga (Mufourga), Aris pujianto membeberkan bahwa, 900 buah kaleng ecara teknis terlihat sederhana dan mudah. Karena hanya terlihat kaleng bekas yang dibubuhi tulisan Tabungan Akhirat Mufourga.

“Gerakan ini perlu daya juang dan kesabaran serta ketelatenan, istiqomah dan ikhlas bagi petugas pencatat, panitia dan warga masyarakat. Sebab kegiatan menabung ini perlu kesadaran dan pembiasaan,” kata Aris Pujianto, Ahad  (9/4/2017).

Selama gerakan ini berjalan, sambung Aris, tidak ada kendala yang berarti. Karena yakin dengan pertolongan Allah SWT. Kemudian usaha secara maksimal dalam mencatat dan laporan melalui Panitia Pembangunan secara transparan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, Gerakan Tabungan Akhirat berjalan dengan baik dan tahap pertama telah terbangun 4 ruang 2 lantai yang menghabiskan biaya hampir 600 juta, dan untuk tahap kedua telah terkumpul Rp 50 Juta lebih. Dan hari ini Ahad 9 April 2017, peletakan batu pertama telah dilaksanakan,” ucap Aris.

Untuk tahap kedua  yang akan dibangun adalah bangunan dua lantai untuk delapan ruang. Dengan biaya Rp 1,2 miliar, dari total rencana anggaran pembangunan  yang mencapai Rp 6,2 miliar.

Ia berharap melalui kegiatan Sarasehan Zakat, Infaq, Sodaqoh dan Wakaf yang telah di gelar hari Ahad  (9/4/2017) dengan pemateri KH. Anang Rikza Masyhadi, MA (LP2 PP Muhammadiyah) di Masjid Al Fatah PPMTQ Daarussalaam Desa Slinga, bisa menjadi salah satu motivasi tumbuhnya kesadaran warga masyarakat  untuk ikut membantu proses pembangunan tersebut.(Hendra Apriyadi/Aris)