Catatan Muktamar 1 Abad, Uang Beredar Selama Acara Rp 700 Miliar Lebih

0
345

Yogyakarta – Peringatan Satu Abad dan Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta akhir
tahun lalu memberi kontribusi cukup besar bagi perekonomian daerah.
Berdasarkan data yang ada, peredaran uang selama muktamar mencapai
lebih Rp 700 miliar. “Ini hasil survei tim dari Fakultas Ekonomi
sebelum, selama dan setelah muktamar. Jumlah peserta yang 3.500 dan
penggembira sekitar 500.000 ikut mendongkrak peredaran uang daerah,”
ungkap Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ir Dasron
Hamid MSc, Rabu (20/4).

Kesemarakan muktamar tak hanya di Kota Yogyakarta tapi juga Sleman
dan Bantul. Seluruh organisasi otonom menggelar muktamar di kota-kota
tersebut. Hotel-hotel penuh, bahkan banyak peserta yang menginap di
rumah penduduk, sekolahan, kampus, masjid dan lainnya. Pedagang kaki
lima bermunculan dan mereka panen penghasilan.

Di kampus UMY yang juga menjadi pusat muktamar, diadakan pameran dan
bazar. Ribuan orang tiap hari berada di sana mengikuti agenda-agenda
muktamar sedangkan penggembira hanya jalan-jalan menonton kegiatan yang
digelar.

Usai muktamar, kampus kembali sibuk dengan erupsi Merapi. Ratusan
orang dari lereng gunung mengungsi di sana. Kampus menyediakan berbagai
bantuan mulai dari makanan, pakaian, obat-obatan, peralatan pribadi,
sampai pendampingan psikis korban erupsi. “Hampir 600 orang dari 160
keluarga mengungsi di kampus UMY selama tiga minggu. Meskipun sekarang
sudah berada di ‘shelter-shelter’, kami tetap melakukan pendampingan.
Para korban memerlukan dukungan setelah rumahnya hancur, anggota
keluarga hilang, tak punya mata pencaharian,” papar Dasron. (Sumber: Suara Merdeka/Fakhrudin)