Calon Rektor UMS Mengerucut Pada Tiga Orang

0
804

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Proses pemilihan rektor di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mulai berlangsung. Penjaringan nama sejak Oktober-November 2016 lalu menghasilkan sepuluh nama bakal calon. Masa tugas Rektor UMS periode 2012 – 2016 yang saat ini dijabat oleh Prof. Dr. Bambang Setiadji, akan berakhir pada akhir Desember 2016.

Untuk menentukan siapakah yang akan menjadi Rektor baru UMS periode 2017 – 2021, diperlukan sebuah persiapan yang matang dalam melakukan proses pemilihannya. Salah satu rangkaian pemilihan rektor UMS tersebut adalah pembentukan panitia penjaringan bakal calon (balon) rektor yang akan melakukan sosialisasi terkait pemilihan rektor UMS.

Dalam agenda pemaparan visi-misi calon Rektor UMS menghasilkan 3 nama yang akan diajukan kepada PP Muhammadiyah. Mereka diantaranya Dr. Sofyan Anief, Ir. Sardjito, Ph.D, dan Drs. Muhammad Musiyyam.

Dr. Anam Sutopo, M.Hum, Humas UMS menjelaskan pemilihan dilakukan dengan e-Voting berbasis IT dimana setiap anggota senat berhak memilih 3 dari 10 calon yang ada.

“Pilihan pertama berbobot 4, pilihan kedua bobotnya 2 sedangkan pilihan ketiga berbobot 1,”ungkapnya.

Dalam proses selanjutnya, ketiga calon rektor yang dipilih oleh Senat UMS akan diserahkan kepada PP Muhammadiyah. Hasil rekomendasi kemudian diserahkan kepada Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah.

“PP Muhammadiyan kemudian akan memilih salah satu calon Rektor untuk ditetapkan sebagai Rektor UMS,”tambahnya.

Sementara itu, Roynaldi Saputro Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UMS mengatakan kepada Calon Rektor terpilih untuk tetap menampung dan merangkul calon rektor yang tidak terpilih untuk diajak bersama sama memajukan UMS.

“ karena dari ide-ide lewat pnympaian visi misi kmrin bagiku bnyak gerakan yang bisa diambil sebgai referensi kemajuan UMS,”ungkapnya.

Selain itu juga, dia berharap kepada PP Muhammadiyah untuk tetap obyektif dalam memilih Rektor UMS periode 2017-2021. “Sehingga aum ini tetap dalam koridor mencerahkan pendidikan umat dan bangsa,”tambahnya.  (Mohammad Isnan)