BPBD Kendal Apresiasi LPB MDMC Atas Pembentukan Jamaah Tangguh Bencana

0
508
kepala pelaksana BPBD Kab. Kendal, Drs. Sigit Sulistyo, MM, saat menyampaikan materi di hadapan peserta Pelatihan Jamaah Tangguh Bencana ( PJTB) LPB MDMC Kendal.

PWMJATENG.COM, KENDAL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal memberi apresiasi kepada Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PDM Kendal yang telah membentuk Jamaah Tanggung Bencana (JTB) melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Hal tersebut disampaikan kepala pelaksana BPBD Kab. Kendal, Drs. Sigit Sulistyo, MM sebelum membuka pelatihan JTB, Jum’at (9/5) di gedung Muhammadiyah Dakwah Center (MDC) Weleri, Kendal.

“ Kami atas nama BPBD Kendal menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Muhammadiyah yang selama ini kami nilai berpartisipasi aktif dalam membantu penanggulangan bencana alam khususnya di Kabupaten Kendal “ kata Sigit di hadapan jajaran LPB MDMC PDM Kendal dan 33 peserta pelatihan jamaah tanggung bencana dari warga Kenjuran, Purwosari, Sukorejo, Kendal.

“ Kesiapsiagaan bencana sebagai tanggung jawab kita semua, termasuk di dalamnya adalah LPB Muhammadiyah Kendal melalui MDMC “ ujarnya.

Peserta Pelatihan Jamaah Tangguh Bencana saat mengikuti pelatihan dengan seksama

Beliau berharap melalui pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan kesiapan menghadapi bencana, khususnya warga dukuh Kenjuran yang terkena banjir bandang pada Februari lalu.

“ Warga Kenjuran, Purwosari kami minta kesediaannya sebagai garda depan dalam menghadapi bencana “

Sebagaimana diberitakan, telah terjadi banjir bandang di dukuh Kenjuran yang disebabkan karena debit air yang meningkat dari Curug Sawo dan Curug Mati. Meningkatnya debit air tersebut membuat arus Sungai Duren dan Sungai Mati mengalir deras yang mengakibatkan banjir bandang di dukuh Kenjuran yang berdekatan dengan Sungai Mati. Banjir bandang tersebut menghantam 17 rumah dan 5 diantaranya habis karena hanyut.

Ketua LPB PWM Jateng, Naibul Umam ES, S.Ag. M.Si menilai bukit hijau di sekitar Kenjuran masih rentan terhadap bencana banjir, maka melalui pelatihan ini diharapkan ada kesiapan dini dan mampu meminimalisir korban bencana.

Ketua panitia pelaksana, Abdul Malik mengatakan, PJTB sebagai ikhtiar kolektif untuk menyiapkan jamaah tangguh bencana sekitar rawan bencana agar ada kesiapan dini saat akan terjadi bencana, Muhammadiyah juga akan melakukan rekontruksi dan rehabilitasi pasca bencana Kenjuran.

“ PJTB ini sebagai awal terbentuknya jamaah tangguh bencana yang ada di tingkat desa atau ranting Muhammadiyah “ kata Malik. Ditambahkan, pelatihan selama 3 hari ini terbagi dalam bentuk teori dan praktek lapangan di Kenjuran. ( Agung Prakuso/MPI Kendal )