Bersama Pemerintah Daerah, PDNA Banjarnegara Gelar Aksi Hapus Kekerasan

PWMJATENG.COM, BANJARNEGARA – Dalam rangka Milad Nasyiatul ‘Aisyiyah ke-88, Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Banjarnegara melakukan aksi Nasyiah Hapus Kekerasan. Aksi ini merupakan kampanye Nasional Nasyiatul ‘Aisyiyah yang dilaksanakan serempak di setiap daerah pada Ahad (21/5/2017). Nasyiatul Aisyiyah memandang bahwa kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk apapun merupakan kemungkaran yang jauh dari ajaran Islam.

Aksi ini digelar di area car free day alun – alun Kabupaten Banjarnegara dengan beberapa agenda. Antara lain teatrikal, pembagian bunga dan balon kepada pejalan kaki, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penandatanganan petisi tolak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Aksi ini juga didukung oleh pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A). Hadir pada acara tersebut kepala bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas PPKBP3A Kabupaten Banjarnegara, Susianto. Kehadiran beliau selain dalam rangka memberikan dukungan juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat berkaitan dengan perlindungan terhadap kekerasan perempuan dan anak.

Pemerintah Daerah membuka Pusat Pelayanan Terbadu yang akan melayani masyarakat yang mengalami kekerasan, khususnya perempuan dan anak, baik kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, kdrt dan sebagainya. Pemerintah juga selama ini telah bekerjasama dengan beberapa organisasi masyarakat dalam penanganan kasus – kasus kekerasan, antara lain dengan ‘Aisyiyah yang juga tergabung sebagai relawan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A).

Oleh karena itu, Susianto memberikan apresiasi kepada Nasyiatul ‘Aisyiyah atas gerakan ini, dan juga beliau berharap selanjutnya dapat bekerjasama dalam rangka menanggulangi kasus – kasus kekerasan. Susianto juga memberikan pesan kepada masyarakat untuk berperan aktif, melaporkan ke sekretariat P2TP2A jika melihat ada tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Banjarnegara merupakan salah satu Kabupaten dengan jumlah laporan tertinggi di Jawa Tengah, tetapi mungkin ini masih seperti fenomena gunung es, antara yang melaporkan dan yang belum melapor lebih banyak yang belum melapor. Maka, marilah bagi masyarakat ataupun korban yang mengalami kekerasan segera melapor jangan takut dan malu, karena rahasia kami jamin,” imbaunya.

Muhammadiyah melalui Pimpinan Daerah Aisyiyah Banjarnegara sudah memulai gerakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak semenjak tahun 2002. Demikian disampaikan oleh PD ‘Aisyiyah Banjarnegara, Fatimah.  “Ini bukan barang baru bagi ‘Aisyiyah, maka kami menghimbau kepada NA untuk meningkatkan program tersebut. Terima kasih atas sikap dan tindakan NA untuk bersama menggandeng, berjejaring dengan pemerintah daerah. Semoga menjadi momentum awal untuk bergerak cepat tidak hanya hari ini.” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap Nasyiatul ‘Aisyiyah Hapus Kekerasan oleh ketua PDNA Banjarnegara, Ratna Jeki Parwati. Isi pernyataan sikap antara lain ;

  1. Mendesak jaminan keberpihakan yang adil Aparat Penegak Hukum terhadap perempuan anak korban kekerasan sehingga tidak mengalami revictimisasi maupun kriminalisasi.
  2. Mendesak pemerintah menyediakan sarana dan prasarana penunjang serta memutus hambatan perempuan dan anak korban kekerasan dalam mengakses keadilan, kebenaran, dan pemulihan di berbagai level, terutama hingga dapat diakses oleh korban di akar rumput.
  3. Mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, terutama segera dikeluarkannya Surat Presiden agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual segera dapat dibahas.
  4. Segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan ajaran Islam, oleh karena itu Nasyiatul Aisyiyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memulai budaya anti kekerasan terhadap perempuan dan anak dari lingkungan terdekat. (FITRAN)