Berdiskusi Soal Kebangsaan dan Permasalahan-permasalahan di Jawa Tengah, Gubernur Puji IMM

0
640

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah menemui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di kantornya pada Selasa 15 Agustus 2017.

Bertemu secara formal dengan Gubernur Jawa Tengah adalah kali pertama dilakukan oleh DPD IMM Jawa Tengah Periode 2016-2018 ini.

Saat bertemu dengan orang nomer satu di Jawa Tengah itu banyak hal yang didiskusikan. Berdiskusi soal kebangsaan dan permasalahan-permasalahan di Jawa Tengah. Diantaranya terkait Perppu No 02 tahun 2017 tentang pembabaran Ormas, Kontroversi Permendikbud soal 5 hari sekolah, pembangunan pabrik semen di Kendeng, dan Kebhinekaan.

“Saya suka dengan cara yang dilakukan IMM ini. Mendatangi saya dan mengajak diskusi”. Tutur Ganjar.

Menurut Ganjar menyikapi segala persoalan itu memang harus dengan lapang dan bijaksana. Duduk bersama kemudian berdiskusi mencari jalan keluar. Tidak mementingkan kemenangan kelompok, tapi untuk kepentingan bersama.

“itu lebih baik dari pada teriak-teriak di jalan”. Katanya.

Untuk itu Ganjar meminta kepada IMM untuk terus terlibat dalam dinamika hidup di Jawa Tengah. Berperan aktif memberikan solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat.
Sekretaris Umum DPD IMM Jawa Tengah, Badrun Nuri mengatakan bahwa kedatangannya menghadap Gubernur Jawa Tengah salah satunya adalah dalam rangka mengundangnya pada acara Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) IMM Jawa Tengah yang akan dilaksanakan pada 26-27 Agustus 2017 di Pekalongan.

“Alhamdulillah kami diapresiasi oleh Pak Gubernur, Insyaallah beliau rawuh di Rakorda”. Tutur Badrun usai audiensi dengan Gubernur.

Badrun juga mengatakan bahwa kehadiran DPD IMM Jawa Tengah menemui Gubernur tak kalah penting juga untuk mendiskusikan persoalan kebangsaan di Indonesia, terutama di Jawa Tengah.

Karena Badrun menilai bahwa dengan berdiskusi langsung dengan Gubernur akan lebih efektif dan konkret.

“kita langsung dengan Gubernur saja diskusinya karena beliau pemangku kebijakan”. Ungkap Mahasiswa UIN Walisongo Semarang itu.

Tak hanya itu, Bendahara Umum DPD IMM Jawa Tengah, Arief Dwi Prasetyo menambahkan bahwa kedepan IMM akan sering mendatangi pemerintah untuk berdiskusi dan memberikan masukan. Menurutnya Hal itu dilakukan sebagai upaya berkontribusi pada masyarakat. Karena saat ini cara itu dianggap lebih relevan sebagai Mahasiswa.

“sebagai kelompok Mahasiswa intelektual, IMM tidak akan lelah membisiki pemerintah demi keadilan, kesejahteraan, dan kemajuan Jawa Tengah”. Ungkap Mahasiswa Pasca Undip yang juga Direktur Hoegeng Institut itu. (Ilyas)