Bentuk Tim Reaksi Cepat, MDMC Jateng Adakan Diklat SAR

0
1637

PWMJATENG.COM, KLATEN – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah menggelar Diklat Search And Rescue (SAR) tingkat Dasar di Klaten 22-25 Desember 2016. Menurut Naibul Umam Ketua MDMC Jawa Tengah pihaknya menyelenggarakan kegiatan ini secara rutin sejak tahun 2010.

“Alhamdulillah sebagian besar relawan Muhammadiyah lahir dari proses pendidikan dan latihan SAR. Mereka ditempa menjadi kader-kader penanggulangan bencana yang sangatketat. Bagi kami, tidak ada yang instan unutuk menjadi relawan yang tangguh. Semua membutuhkan proses yang panjang dan berkesinambungan,” ucap Naibul Umam.

Diklat SAR diikuti oleh pelajar, mahasiswa dan angkatan muda Muhammadiyah dari seluruh perwakilan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi terpisah yaitu di RowoJombor untuk kualifikasi water rescue (SAR air) dan di Sapuangin Merapi untuk kualifikasi jungle rescue (SAR gunung). Adapun pelatih Diklat ini berasal dari Corps instruktur SAR Muhammadiyah Jateng.

Pada kesempatan yang sama, Anang Purwoko selaku coordinator instruktur menuturkan bahwa para instruktur yang terlibat dalam Diklat ini akan mengampu beberapa materi antara lain Ke-Islaman dan Kemuhammadiyahan, manajemen penanggulangan bencana dan fikih kebencanaan, PPGD, navigasi darat, survival, kesamaptaan, moutainering dan orienteering.

2412-sar2

“Materi-materi ini sudah disesuaikan dengan standar pelatihan BASARNAS. Untuk pengembangan berikutnya mereka nantinya akan meneruskan kejenjang Diklat Madya dan Diklat Purna. Proses ini bisa mencapai dua tahun termasuk penugasan operasi SAR dan operasi tanggap darurat bencana,” jelasnya.

Berikutnya Umam menegaskan bahwa melalui Diklat SAR ini pihaknya akan menempatkan personil sebagai Tim Reaksi Cepat (TRC) penanggulangan bencana. “Kami membentuk TRC sebagai bagian tidak terpisahkan dari percepatan respon tanggap darurat Muhammadiyah. Saat ini mereka sudah tersebar, bahkan beberapa relawan Muhammadiyah juga telah terdaftar sebagai anggota TRC BPBD Kabupaten/Kota di Jawa Tengah,” tandasnya.

1012-tenggelam-2

Ilustrasi – Tim MDMC ketika melakukan pencarian korban tenggelam di Rembang.

BPBD Jateng Apresiasi Diklat MDMC

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan Search And Rescue (Diklat SAR) yang diadakan oleh MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Jawa Tengah baru – baru ini.  Menurut Sarwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk mencetak relawan yang memiliki kualifikasi dalam bidang pencarian dan pertolongan. “Relawan dengan kualifikasi dan skill khusus seperti ini sangat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana. Jangan sampai ada relawan yang datang ke lokasi bencana tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai karena akan sangat merepotkan dan mengganggu”.

Sarwa juga menambahkan bahwa kedepan siapapun yang ambil bagian dalam penanggulangan bencana harus mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan seperti dapur umum, psikososial, SAR, medis, manajemen posko, dan komunikasi. Pengetahuan dan ketrampilan ini akan sangat membantu kerja-kerja kami selaku penanggungjawab kegiatan penanggulangan bencana.

2412-bpbd-2

Dalam sambutan pembukaan Diklat SAR ini, Sarwa juga menegaskan bahwa kedepan para relawan penanggulangan bencana di Jawa Tengah harus tersertifikasi. “Saat ini kami sedang mempersiapkan uji sertifikasi kompetensi penanggulangan bencana baik untuk personil di BPBD maupun relawan. Kami akan bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Penanggulangan Bencana (LSP PB) BNPB untuk menyelenggaran kegiatan tersebut”

Terkait dengan sertifikasi ini, Naibul Umam selaku Komandan MDMC Jateng menuturkan bahwa pihaknya menyambut baik rencana BPBD Jateng untuk menyelenggaran uji kompetensi ini. “Saya rasa ini sebuah kemajuan bagi profesionalisme penanggulangan bencana dan tentu kami sangat menyambut baik. MDMC Jateng akan mempersiapkan personilnya untuk bisa lolos mengikuti uji kompetensi ini karena yang saya dengar persyaratannya sangat ketat”

LSP PB BNPB merupakan salah satu lembaga yang dibentuk secara khusus mengelola uji kompetensi bagi pelaku penanggulangan bencana di Indonesia. Lembaga ini dibentuk berdasarkan Peraturan Kepala BNPB No. 7 Tahun 2014 dan merupakan bagian integral dari pengembangan paradigm baru dalam sistim penyiapan tenaga kerja yang kompeten dan berkualitas. Tugasnya melakukan asesmen kemampuan tenaga kerja dan atau para pihak yang bergerak dalam penanggulangan bencana sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Penanggulangan Bencana (SKKNI-PB). Keberadaan LSP PB sangat penting terutama untuk menjamin kualitas SDM dan memberikan pengakuan serta penghargaan profesi di bidang penanggulangan bencana. (MDMC Jateng)