Belum Semua Warga Muhammadiyah “Ngerti” Perbankan Syariah

0
478

PWMJATENG.COMKaranganyar – Keberadaan dan kehadiran lembaga keuangan berbasis syariah yang ada di Indonesia khususnya di Solo Raya yang boleh dikata sudahcukup lama dan bukan usia yang muda dalam hitugan bisnis ternyata belum banyak dikenal lebih mendalam, tidak sedikit masyarakat yang belum paham tentang perbankan syariah, termasuk warga Muhammadiyah.  Hal itu disampaikan Pimpinan Cabang Bank Jateng Syariah Surakarta, Agus Nugroho, ketikadi temui di sela – sela Workshop “MengapaHarus Bank Syariah”, di Hotel Sahid Jaya Surakarta, Rabu(05/04).

Agus mengatakan beberapa narasumber dihadirkan untuk menambah wawasan dan pemahaman tentang Bank Syariah kepada para peserta. Para Narasumber tersebut di antaranya Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Drs.H.Tafsir, M.Ag; Ketua MUI Surakarta Prof. Dr.dr. Zainal Adnan, sp.PD.kr.FINASIM; Prof.Dr. Bambang Setiaji; dan Slamet Setiyono dari  Divisi Bank Jateng Syariah.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Bank Jateng Syaria hingin berkembang di Surakarta, ternyata pemahaman masyarakat terkait syariah masih belum paham, makanya kita hadirkan beliau – beliau ini”, tuturnya.

Ia juga berharap Bank Jateng Syariah dan warga Muhammadiyah bisa saling bekerjasama mengembangkan kemitraan untuk membangun daerahnya.

“Kami juga berharap bisa meningkatkan ekonomi syariah Muhammadiyah dan AUM – AUM nya, Bank Jateng Syariah bisa dimanfaatkan oleh semua warga masyarakat dan semua lembaga”, tambahAgus.

Sementaraitu, salah satu Narasumber mewakili Bank Jateng Syariah, Slamet Setiyono, ketika ditemui seusai acara menyampaikan bahwa Bank Jateng Syariah ada di tengah – tengah Muhammadiyah, memiliki filosofi dan semangat yang sama dengan Muhammadiyah, tapi sayangnya belum semua Amal Usaha Muhammadiyah menggunakan produk – produk perbankan syariah. Hal itulah yang menjadi tantangan bagi Bank Jateng Syariah untuk mengedukasi masyarakat.

“Banyak AUM yang belum memanfaatkan produk perbankan syariah, saya yakin secara niatan penginnya syariah, tapi karena minimnya informasi atau kami yang belum mengenalkan”, tandasSlamet.

Disinggung tentang layanan Bank Jateng Syariah yang pro dhuafa, Slamet menambahkan bahwa untuk saat ini Bank Jateng Syariah sudah memiliki produk unggulan Prosalam. Produk tersebut diperuntukkan bagi petani berupa aplikasi pembiayaan pertanian organik, selaras, amanah dan alami (Prosalam).

“Kita sudah ada program Prosalam, di mana Bank Jateng Syariah menerapkan skema syariah berbasis komunitas, kita mencoba menghubungkan perusahaan besar sebagai pembeli produk pertanian, para petani pun kita berdayakan melalui pendampingan”, tambahnya.

 

Acara yang berlangsung selama setengah hari tersebut dihadiri oleh banyak peserta utamanya Muhammadiyah se-Solo Raya beserta perwakilan Ortom, AUM, Majelis/Lembaga yang ada di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah. (MPI PDM Kra -JOe/Oew).