Belajar Keanekaragaman, Siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Gelar Festival Makanan

0
30

PWMJATENG.COM, SOLO – Upaya memperkuat pemahaman tentang keanekaragaman yang dimiliki Indonesia dan menumbuhkan nilai-nilai cinta tanah air, patriotisme, serta kebangsaan, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Gelar Festival Makanan Khas Daerah di kelasnya masing-masing, Rabu (15/1/2020) kemarin.

Wali Kelas 3 Firia Hariyati, M.Pd mengatakan bahwa festival makanan tradisional Indonesia tersebut merupakan model pembelajaran tematik untuk siswa-siswi kelas 3 tema 1sub tema 2 pembelajaran ke 6.

Ia menambahkan, selain dalam rangka memperkenalkan keberagaman jajanan tradisional Indonesia kepada siswa, festival ini juga untuk melatih keterampilan praktik jual beli siswa secara sederhana dan berwirausaha.

Untuk itu, kita perlu saling menghormati satu sama lain. Walaupun berbeda kesukaan, khususnya terhadap makanan yang paling tepat disantap saat cuaca hujan, tetapi kita tetap harus saling menghormati untuk menambah khasanah.

”Festival makanan tradisional berlangsung sukses dan meriah. Siswa-siswi juga sangat antusias mengikuti festival yang menampilkan jajanan khas kota Solo dan Indonesia, ada Serabi, Bika Ambon, Kue Cucur, Nasi Liwet, Pempek, Ampyang, Bakpia, Nogosari, dan Lemet,” terangnya.

Sebagai sekolah rujukan pendidikan karakter tingkat nasional terus berupaya menanamkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan, nilai kebangsaan dan cinta tanah air, dan nilai patriotisme kepada anak didik yang kelak akan mewarisi negeri ini.

Sementara itu, Kepala Sekolah Hj. Sri Sayekti, M.Pd berharap agar siswa kelas 3 mampu mengenal makanan tradisional, serta dapat mengerti tentang aritmatika jual beli secara sederhana.

”Semoga dengan ini bisa menjadi bekal buat siswa-siswi, khususnya untuk bisa mengenal keragaman jajanan dan kuliner tradisional Indonesia, Belajar merdeka, guru penggerak, kelas 3ABCD terus lanjutkan dan tingkatkan agar lebih baik lagi, kelas lainnya terus kembangkan inovasi kreativitas, mari Gerakkan kelas,” tandasnya.

Siapa saja yang melintas di depan kelas pasti ingin singgah, hanya sekedar melihat atau memesannya.

“Coba saja pak Rahmat pasti akan hilang rasa lapar jika makan, makanan ini,”kata salah seorang siswa kelas 3. (Humas, Jatmiko)