Bangun Mental Spiritual, Pemuda Muhammadiyah Mojotengah Jalin Kemitraan dengan Polres Wonosobo

PWMJATENG.COM, WONOSOBO – Kamis( 06/07 2017 ), Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah ( PCPM ) Mojotengah, Wonosobo mengadakan silaturrahmi sekaligus pembukaan kajian ditahun 2017 atau pascakegiatan bulan Romadhon dan Syawal 1438 H. Bertempat di gedung pertemuan Ranting Larangan Kulon. Acara dibuka oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Mojotengah Iim Bangun, S.Pd.Jas.

Dalam sambutannya PCPM Mojotengah menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menggerakkan roda organisasi selama satu tahun yang lalu, dengan harapan pada pembukaan kajian kali ini bisa dijadikan momentum yang baik untuk mengawali agenda satu tahun kedepan.

PCPM Mojotengah yang saat ini berjumlah 13 terus berusaha menggandeng instansi baik swasta maupun pemerintah untuk bisa bersinergi dalam pembangunan mental spiritual pemuda Muhammadiyah Mojotengah.

Dengan jumlah delapan ranting yang menjadi wilayah kerja PCPM Mojotengah maka jajaran PCPM membagi tugas sesuai dengan ranting masing-masing sehingga kerjanya akan menjadi lebih optimal, sebagai contoh, dalam bidang dakwah dengan anggota PCPM di wilayah masing-masing ranting maka bertanggung jawab atas keberlangsungan serta menggerakkan roda organisasi khususnya bidang dakwah di masing-masing tersebut, demikian juga dalam bidang-bidang yang lain sehingga ada penyebaran gerakan disetiap ranting yang ada di wilayah Mojotengah.

Yohani, S.S selaku ketua bidang dakwah dalam sambutannya, menyampaikan bahwa “ Kader Muhammadiyah tidak boleh berpangku tangan dengan gerakan-gerakan pelemahan ummat maupun Muhammadiyah secara khusus, jadikan diri kita sebagai kader militant yang selalu siap sedia saat dibutuhkan. “

“ Media sosial sebagai penyambung pikiran pengguna untuk bisa dijadikan alat dakwah yang efektif, gunakan secara bijak dan proporsional, jangan sungkan dan malu untuk copy paste maupun share berita positif apalagi menyangkut masalah ummat dan organisasi dengan terlebih dulu mencari berita maupun sumber pembanding yangkkredibel. Saat ini kita sedang dalam dunia digital yang membutuhkan pikiran dan gagasan yang cerdas untuk memberikan solusi masalah ummat, perang pemikiran sedang berlangsung yang imbasnya lebih dahsyat dari perang fisik, pemuda Muhammadiyah harus menjadi garda terdepan, benteng ummat dan NKRI.” Jelasnya.

Pembinaan dari Polres Wonosobo

Dalam kesempatan yang sama, hadir pula jajaran POLRES Wonosobo yang di wakili dari BINMAS Polres Wonosobo dalam rangka pembinaan KAMTIBMAS.
AKP Sugeng Purnomo selaku KASAT BINMAS Polres Wonosobo dalam inti pembinaannya menyampaian “ Saat ini Wonosobo masih dalam kondisi aman, akan tetapi keamanan yang kita rasakan tidak boleh kita terlena, selalu waspada dan jeli dalam melihat situasi. Suhu politik paska pilkada DKI Alhamdulillah sudah berangsur turun, akan tetapi munculnya para pemelihara kambing dengan warna hitam masih banyak bermunculan dengan kata lain para pengadu domba terus berkeliaran mencari celah dalam memecah kedamaian bangsa Indonesia”

“ Kita harus mewaspadai munculnya gerakan-gerakan yang tidak sesuai dengan norma-norma agama dan bangsa, dengan selalu berpegang teguh pada tali agama Allah SWT. Dirikan sholat terutama Sholat Shubuhnya sehingga keimanan kita semakin kuat tidak hanya sebatas tau agama”

Selain itu, sugeng yang juga merupakan Komandan Satuan Pengamanan ( SATPAM ) Wonosobo memberikan informasi tentang peluang untuk pemuda yang berminat untuk menjadi tenaga Security dengan pendidikan yang difasilitasi oleh Paguyuban dengan subsidi pendidikan 30 persen dari jumlah biaya pendidikan sekitar Rp. 3.500.000,-, dan sampai saat ini berhasil menyediakan tenaga security di Wonosobo bahkan sampai luar jawa.( Hans-MPI )