Amien Rais : Isu NII Tidak Usah Dibesar-besarkan

0
348

Cilacap – Mantan Ketua Partai Amanat Nasional Amien Rais meminta agar isu Negara Islam Indonesia (NII) tidak usah dibesar-besarkan oleh media. Hal tersebut disampaikan Amien di sela-sela pelantikan Pimpinan Daerah Muhammdiyah (PDM) Cilacap, Minggu (8/5).
Menurutnya, isu NII tidak begitu substansial bagi masyarakat umum. Bahkan terkesan isu tersebut dihembuskan guna mengalihkan sejumlah isu yang justru lebih penting. Bahkan bertujuan untuk merusak citra Islam itu sendiri.
“Isu-isu korupsi, kemiskinan, pengangguran, ekologi, pendidikan jauh lebih penting ketimbang isu NII. Umat Islam jangan latah menanggapi isu tersebut,” ujarnya.
Amien Rais mengatakan, sebenarnya amat mudah memberangus NII. Biang atau penyebar ajaran tersebut harus ditangkap terlebih dahulu sehingga ajaran NII tidak menyebar semakin luas. Menjadi tugas Polri untuk menyelesaikan persoalan ini.
“Kalau tertuduhnya adalah pesantren Al Zaitun, Kepolisian tinggal memeriksa saja tokoh sentralnya, Abu Toto alias Syekh Abdus Salam Panji Gumilang,” imbuhnya.
Menurutnya, saat ini anggota NII tengah berupaya menyebarkan paham pemikiran mereka ke masyarakat. Karenanya,pemerintah mau tidak mau harus bersikap tegas terhadap isu ini, karena jika sudah menjadi ideologi dan memiliki pengikut dalam jumlah besar, maka NII akan sangat membahayakan bagi keutuhan NKRI.
Muhammadiyah sendiri, lanjut Amin tidak terpengaruh terhadap isu NII. NKRI dan Pancasila adalah sesuatu yang final. Jadi paham apapun yang hendak merubah dasar negara dan membuat negara dalam negara harus secapatnya diatasi. Jangan sampai justru merusak stabilitas dan keamanan bangsa.
“Tidak ada tempat sedikitpun untuk NII di Indonesia, umurnya pun tidak akan lama karena umat Islam sendiri secara tegas menolaknya,” ujarnya.
Diungkapkan, paham atau ajaran NII tidak akan berkembang jika umat Islam paham betul ajaran dan substansi Islam itu sendiri. Maka dari itu umat Islam hendaknya tetap berpegang pada ajaran dan tuntunan yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu, dapat membedakan mana yang sesuai Islam dan mana yang menyimpang.
Lebih lanjut mantan Ketua PP Muhammadiyah ini menghimbau kepada Umat Islam agar tetap menjaga kualitas dan kadar keimanannya. (Sumber: Suara Merdeka/editor: Fakhrudin)