Agenda-Strategis Musywil Muhammadiyah Jawa Tengah 2010

0
344

Agenda-Strategis Musywil Muhammadiyah Jawa Tengah 2010
Oleh Muhammad Fakhrial Aulia*

    Sejak didirikan pada 25 November 1912 Masehi, Persyarikatan Muhammadiyah telah memberikan sumbangsih-nyata bagi Indonesia. Organisasi sosial-keagamaan nirlaba yang didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan ini menggariskan perjuangannya pada ranah pendidikan, kesehatan, dan pemeliharaan yatim-piatu. Semangat Teologi Al-Ma’un menjadi inspirasi perjuangan Muhammadiyah. Maka tidak mengejutkan, jika sekarang terdapat ribuan institusi pendidikan, rumah sakit, dan panti asuhan Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
    Teologi Al-Ma’un merupakan tafsir aplikatif-empiris dari Al-qur’an Surat Al-Ma’un. Dalam Surat Al-Ma’un, Tuhan dengan jelas memberikan klasifikasi “Orang yang Mendustakan Agama”. Dialah yang menghardik anak yatim (QS. 107: 2), dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin (QS. 107: 3). Lalu Tuhan melanjutkan, “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat; (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya; orang-orang yang bebuat riya’; dan eggan (menolong dengan) barang berguna” (QS. 107: 4-7).
    Dari Surat tersebut terdapat nilai yang sangat luhur: distribusi kebahagiaan. Inilah antitesa dari semangat kapitalisme. Bila dalam konstruk berpikir kapitalis, kebahagiaan (baca: kekayaan) yang didapatkan dari usahanya, harus dinikmati sebagai hasil jerih-payah, Teologi Al-Ma’un mengharuskan adanya distribusi kekayaan tersebut kepada golongan Mustadh’afin. Mustadh’afin merupakan golongan lemah dan dilemahkan, baik dimensi ekonomi, politik, kesehatan, maupun pedidikan. Intinya, mereka yang tidak mempunyai akses (baca: orang miskin).

Muhammadiyah Jawa Tengah
    Persyarikatan Muhammadiyah di Jawa Tengah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Muhammadiyah telah memiliki 35 PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) dari 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Di bidang pendidikan, terdata 49 PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) seluruh Jawa Tengah. Termasuk didalamnya Universitas Muhammadiyah yang berkualitas nasional. Sebut saja, Universitas Muhammadiyah Surakarta. UMS masuk dalam 50 perguruan tinggi terbaik se-Indonesia.
Di bidang kesehatan, terdapat 40 Rumah Sakit Penolong Kesengsaraan Umum Muhammadiyah disingkat RS PKU Muhammadiyah. Penggunaan diksi “Penolong Kesengsaraan Umum” sarat makna filosofis health for all. Pemikiran-sederhana bahwa kesehatan adalah hak setiap orang, PKU Muhammadiyah hadir dalam pelayanan murah-berkualitas. Tetapi dalam perjalanannya, semangat “melayani” bergeser ke semangat “bisnis”. Sehingga kini PKU bisa jadi kependekan dari Perenggut Kesejahteraan Umum.
    Di bidang sosial, Muhammadiyah Jawa Tengah mempunyai 93 Panti Asuhan Yatim. Di bidang ekonomi, tercatat 64 Amal Usaha Ekonomi dan Koperasi serta 56 Baitut Tanwil Muhammadiyah (BTM) yang masing-masing beraset jutaan hingga miliaran Rupiah.
    Muhammadiyah Jawa Tengah yang memiliki begitu besar modal-sosial, pada tanggal 8-10 Oktober 2010 akan menghelat Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah Jawa Tengah periode Muktamar ke-46. Forum Tertinggi Muhammadiyah Jawa Tengah ini akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Purworejo.
    Dalam Musywil Muhammadiyah Jawa Tengah selain agenda reorganisasi kepemimpinan, juga akan dibahas tentang visi, kebijakan, program, dan rekomendasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah periode Muktamar ke-46 (tahun 2010-2015).

Rekomendasi kaum muda
    Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah sebagai salah satu Ortom (organisasi otonom) Muhammadiyah dan bagian dari Angkatan Muda Muhammadiyah (Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah) Jawa Tengah terpanggil untuk urun rembug pada Musywil ini.
DPD IMM Jawa Tengah memandang bahwa tongkat estafet PWM Jawa Tengah 2010-2015 harus berkomposisi fifty-fifty kaum muda-kaum tua. Dari 13 nama formatur terpilih, minimal 6 orang berasal dari Kaum Muda. Masuknya Kaum Muda dalam PWM Jawa Tengah akan meingkatkan progresifitas gerakan PWM. Selama ini, dominasi Kaum Tua sedikit-banyak memberikan kontribusi lambatnya gerakan Persyarikatan untuk menyikapi isu-isu tingkat Jawa Tengah maupun nasional.
    Selain itu, PWM Jawa Tengah 2010-2015 harus melakukan evaluasi internal, terutama pada AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) di Jawa Tengah. Pimpinan Muhammadiyah Jawa Tengah harus berfikir keras-radikal agar AUM kembali ke khittah awal “melayani” bukan profit oriented. Konkretnya, institusi pendidikan dan kesehatan Muhammadiyah di Jawa Tengah harus murah dan berkualitas baik.
    Setelah pembenahan internal selesai, PWM Jateng harus beringsut ke penyikapan isu-isu publik. Amatlah banyak isu-isu publik (politik, ekonomi, hukum) yang harus disikapi oleh PWM. Eksplotasi minyak oleh ExxonMobil di Cepu, rencana pendirian Pabrik Semen di Pati, dan proyek jalan tol Semarang-Solo harus menapat porsi perhatian lebih.
    Untuk kasus ExxonMobil di Cepu, PWM Jawa Tengah melalui PDM Kabupaten Blora harus berani menyatakan menolak eksploitasi tersebut. Karena, Tuhan memberikan limpahan Sumber Daya Alam untuk kesejahteraan rakyat banyak, bukan segelintir elit pemangku kekuasaan dan orang asing!
    Selamat bermusyawarah Ayahanda.