Adab dan Etika Menghadiri Majelis Taklim Menurut Ustadz Abdul Khamid

0
130

PWMJATENG.COM, KENDAL – Hidup dalam keseharian di tengah masyarakat senantiasa adanya pergaulan sesama manusia. Apalagi masyarakatnya memiliki tingkat religiusitas yang tinggi, sehingga dalam waktu-waktu tertentu kegiatan-kegatan bernuansa keagamaan akan terjadi di tengah masyarakat. Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam dalam menyampaikan dakwahnya diantaranya melalui pengajian atau kajian ke Islaman yang bersifat rutin, dengan pokok bahasan yang variatif, termauk pengajian Ahad pagi. Lantas apa yang perlu disiapkan bagi anggota jamaah yang hendak menghadiri pengajian, adab dan etika apa yang dilakukan sebelum, selama dan sesudah pengajian berakhir ? Berikut tata krama menghadiri majelis taklim menurut ustadz Abdul Khamid.

Beliau mengatakan, seseorang setelah mempersiapkan diri dengan berpakaian rapi, tidak berlebihan maka berniatlah dengan ikhlas karena Allah SWT sebelum berangkat menuju majelis taklim. “Tanamkan niat ikhlas dalam hati, tanpa disertai dengan riya’” katanya di hadapan anggota jamaah pengajian Ahad pagi (13/10) di halaman PAY Salahudin Al Ayyubi Tampingan, Boja, Kendal. Orang yang hadir dalam majelis taklim menurut Abdul Khamid hendaknya bermujahadah, sungguh-sungguh dalam meluruskan niatnya.”Seseorang muslim dalam menghadiri majelis taklim juga harus bersemangat” ujarnya. “Karena semangat yang tinggi dalam menghadiri majelis taklim sangat diperlukan” sambungnya. “Kita sering mengaji tetapi ilmu tidak bertambah, bisa jadi karena semangatnya masih rendah”.

Dikatakan juga bersegeralah menuju tempat majelis taklim yang diselenggarakan. “Jangan terlambat, bahkan perlu mendahului sebelum nara sumber hadir” katanya lagi. Anggota jamaah yang datang lebih awal akan memperoleh hikmah yang sangat banyak, yaitu memperoleh ilmu sejak awal disampaikan dari mubaligh yang menyampaikan ceramahnya.

“Berusahalah mendapatkan pelajaran. Fahami apa yang disampaikan di majelis taklim” pintanya. Anggota jamaah yang mampu memahami, dan melaksanakan apa yang diperoleh di majelis taklim akan menambah keberkahan, yaitu kualitas ibadahnya akan meningkat.

“Mencatat apa yang disampaikan mubaligh. Siapkan buku khusus untuk mencatat” pintanya lagi. “Selama pengajian berlangsung jangan menyibukkan diri, tetapi dalam keadaan tenang. Ini adab yang sangat penting dalam menghaduru majelis taklim” tegasnya.

Selanjutnya dikatakan, selama mubaligh menyampaikan materi jangan dipotong pembicaraannya. “Memotong pembicaraan penceramah termasuk adab yang buruk” katanya sambil mengutip hadist nabi ‘tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta tidak mengerti hak ulama’.

Disampaikan juga adab bertanya kepada penceramah apabila memang ada waktu untuk dialog. “Sampaikan pertanyaan yang benar-benar tidak kamu ketahui dengan tidak bermaksud menguji” ujarnya. “Jangan bertanya sesuatu yang tidak kamu butuhkan yang jawabannya menyusahkan atau merasa sulit untuk menjawabnya” sambungnya. “Dan jangan bertanya sesuatu yang sudah kamu ketahui jawabannya. Hal itu kamu dinilai hebat dan melecehkan orang lain”

“Ambillah akhlaq dan budi pekerti dari penceramah. Hadir di pengajian tidak hanya mengambil ilmu yang disampaikan, tetapi juga mencontoh akhlaq penceramah” pungkasnya (Lid/Lazismu Kendal)