Abdul Mu’ti : Menjadi Muhammadiyah Itu Mesti Gembira dan Bisa Menggembirakan Orang Lain

0
707
Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed, Sekretaris PP Muhammadiyah ketika menyampaikan tausiah dalam rangka rangka peresmian masjid Al Jihad PCM Rowosari, Kendal

PWMJATENG.COM, KENDAL– Beragama Islam yang Bermuhammadiyah itu harus gembira dan bisa menggembirakan orang lain, karena telah mendapat kabar gembira dari Allah Subhanahu wata’ala, yaitu akan dimasukkan ke dalam surga, dan orang yang ingin masuk surga tidak boleh menakut – nakuti , atau membuat takut orang lain.

Demikian dikatakan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed pada Ahad (12/12/2016) di halaman masjid Al Jihad Rowosari, Kabupaten Kendal.

Di hadapan ratusan jamaah pengajian Mu’ti memberi resep mujarab bagi orang – orang Muhammadiyah yang ingin merasakan kegembiraan. “Cara orang Muhammadiyah memperoleh kegembiraan adalah dengan beramal sholeh,“ katanya dengan mengutip al qur’an surat al baqarah ayat 25 – 29.

Menurut alumni S2 Flinders University, South Australia tahun 1996, kegembiraan ummat Islam juga harus dirasakan bersama ketika hidup di dunia dengan tindakan seseorang yang mencintai sesama manusia, menolong yang miskin dengan hartanya. “ Ummat Islam bisa kuat dan hebat kalau menjalankan ibadah dengan gembira, berzakat, shodaqoh, berinfaq, wakaf, hibah, dan memberi hadiah dengan senang hati. Inilah yang kita sebut dengan filantropi Islam,“ katanya.

Terkait dengan enam tiket harta yang bisa memasukkan ke dalam surga, Mu’ti menjelaskan ada 3 dimensi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari harta tersebut “ membersihkan jiwa dari terlalu mencintai kepada harta, memberikah hak kepada orang lain, dan dengan zakat mampu menyelesaikan persoalan ummat yang sedang dihadapi.  “

Sedangkan kemiskinan yang masih melanda ummat Islam di Indonesia pria kelahiran Kudus 1968 itu mengungkapkan. “Ada beberapa faktor yang menyebabkan kemiskinan terjadi, orang miskin berpendidikan rendah, dan tidak memiliki ketrampilan, dia tidak bisa kerja kreatif, tetapi mengandalkan otot, atau tenaga, dan jangan heran kalau TKI di luar negeri dihargai dengan murah. Orang miskin karena malas, alias kaslan, lemah tidak mau bergerak, dan kemiskinan bisa menimpa masyarakat yang berpendidikan apabila sistem pemerintahan kapitalis,“ tandasnya.

Pengajian digelar dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, bersama dengan peresmian masjid Al Jihad dan gedung MI Muhammadiyah Rowosari, juga pelantikan Pimpinan Ranting Muhammadiyah, Aisyiyah, Nasiatul Aisyiyah dan Pemuda Muhamamdiyah. Hadir di tengah – tengah jamaah antara lain, ketua PDM Kendal, Kyai Haji Muslim, camat Rowosari, Moh, Fatoni, SE, MM, Polsek, Koramil, jajaran pimpinan cabang Muhammadiyah, wakil MWC NU, Fatayat, Muslimat, dan GP Ansor setempat.

Terhadap kehadiran jajaran NU, KH. Muslim menyampaikan ucapan terima kasih. Menurut beliau Muhammadiyah dan NU seperti burung. “ Muhammadiyah dan NU di Indonesia ibarat dua sayap burung yang mengepak di udara, terbang, sebagai simbol ukhuwah Islamiyah, “ katanya. Beliau mewanti – wanti ukhuwah yang telah dibangun bersama ini jangan sampai rusak, “ jaga ukhuwah islamiah, jangan saling menebar kebencian, dan jangan sampai Muhammadiyah dan NU dijadikan alat masuk neraka,“ pintanya. (abdul ghofur-MPI Kendal)