8 Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jateng Siap Layani Pasien Corona

0
105

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah bersama dengan Tim Poskor Covid-19 menggelar Konferensi Pers terkait dengan penanganan Covid-19 di Jawa Tengah, di Gedung Dakwah PWM Jawa Tengah Lantai 1, Jalan Singosari 33 Semarang, Kamis (26/03).

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Drs. H. Tafsir MAg (Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah), Naibul Umam (Ketua Poskor Covid-19 Muhammadiyah Jawa Tengah) serta Dr. Hasan Bayuni (wakil Ketua Poskor Covid-19 Muhammadiyah Jawa Tengah).
Tafsir mengatakan, Muhammadiyah setiap ada bencana langsung terlibat, bahkan punya prinsip “sekarang berangkat sekarang bertindak”. “Karena kita tidak boleh terlambat dalam penanganan bencana, termasuk bencana covid-19. Kita sudah melakukan langkah – langkah dari awal, mulai dari elemen cabang, daerah, maupun wilayah,” ujarnya.

Tafsir menyampaikan, Muhammadiyah Jawa Tengah pada penanganan kasus covid-19 ini menyampaikan bahwa sinergi antara Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lembaga Amal Zakat Infaq Shodaqah (LAZISMU) yang menangani pendanaan serta MPKU yang menangani pelayanan medis harus selalu bersama karena covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri.

“Ada beberapa hal yang saat ini sedang kita siapkan, di antaranya program keluarga tangguh menghadapi covid-19, salah satunya dengan membantu penggalangan dana untuk guru muhammadiyah, program ini akan didukung penuh oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Jateng, Aisyiyah dan ortom yang lain seperti Pemuda Muhamamdiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Tapak Suci dan Hizbul wathan. Seluruh potensi muhammadiyah harus digerakkan untuk mendukung program ini”. Kata Naibul Umam Ketua Poskor Covid-19 Muhammadiyah Jawa Tengah.

Muhammadiyah memberikan psikososial bagi keluarga yang terdampak covid-19, melalui program pendampingan serta melatih petugas pendamping karena hal ini harus diperhatikan agar secara psikis para petugas tidak mengalami stress atau tekanan mental ketika ada keluarga yang terdampak covid-19.

Di sisi lain, Dr. Hasan Bayuni menyampaikan bahwa ada 8 Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jawa Tengah yang siap melayani pasien corona. “Dalam setiap penanganan harus dilakukakan secara serius dan melayani pasien corona itu tidak sesederhana melayani pasien pada umumnya. Baik energi, SDM dibutuhkan, kesiapan mental dan fisik yang kuat, dan harus memakai baju APD yang lengkap, serta dibutuhkan tenaga-tenaga yang prima,” jelasnya.

Adapun rincian 8 RS Muhammadiyah itu, sebut Bayuni, yakni RSI Muh Kendal, PKU Muh Wonosobo, PKU Muh Gombong, PKU Fastabiq Sehat Pati, RS Muh Roemani, RS Aisyiyah Muntilan, dan PKU Muh Sruweng .
Dokter Hasan Bayuni menambahkan, untuk tenaga medis sementara dgengan memberdayakan tenaga medis masing masing ke 8 RS tersebut. Pilihan 8 RS itu karena merupakan rumah sakit yang dianggap memiliki kelayakan baik SDM maupun fasilitas, selain juga telah ter akreditasi paripurna.

Untuk rencana besar ke depan, kata dr Bayuni, akan menggunakan gedung Rusunawa di area RS PKU Muhammadiyah Gombong sebagai RS central penanganan corona yang menyediakan 50 tempat tidur. “Saat ini sedang dalam proses renovasi agar bisa memenuhi standar RS penanganan corona, di mana pasien sejak dari IGD, pemeriksaan , radiologi, HCU, di satu gedung terpadu, terpisah dari pelayanan pasien pada umumnya, sehingga diharapkan penanganan lebih fokus dan berkualitas,” bebernya.

“Adapun tenaga kesehatannya melibatkan beberapa RS Muhammadiyah di Kebumen, RS PKU Muhammadiyah Sruweng, PKU Muh Petanahan dan PKU Muh Kutowinangun, serta beberapa RS PKU Muh disekitar Kebumen,” imbuhnya. (isna)