600 Ribu Peserta Diperkirakan Hadir Muktamar Muhammadiyah Solo

0
65

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Muhammadiyah Jawa Tengah menggelar Jateng Bermunajat di Lapangan Pancasila Alun-Alun Simpang Lima Semarang, Sabtu (26/10/2019) malam. Jateng Bermunajat merupakan rangkaian pembukaan Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) Nasional VI 2019 sekaligus Gebyar Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang akan berlangsung di Solo pada 1-5 Juli 2020.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) yang juga Ketua Muktamar Sofyan Anif mengajak warga Muhammadiyah untuk juga mensukseskan gelaran Muktamar. Dia menyampaikan bahwa berdasarkan persiapan yang telah dilakukan hingga saat ini peserta yang akan hadir diperkirakan 600 ribu orang.

“Sekitar 600 ribu warga Muhammadiyah dari seluruh Indonesia akan Muktamar, baik peserta maupun pengembira,” ujar Sofyan di hadapan puluhan warga Muhammadiyah.

Sofyan juga mengatakan, pihaknya sudah memboking sebanyak 10.500 kamar hotel untuk peserta.

Sofyan meminta dukungan kepada berbagai pihak, khususnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, untuk membantu mensukseskan Muktamar. Hal ini karena Solo termasuk wilayah Jawa Tengah dan pelaksanaan Muktamar secara otomatis akan ikut mendongkrak ekonomi di Jawa Tengah.

“Saya mohon dukungan berbagai pihak, mohon kepada pak gubernur dukungannya. Kamo mohon dukungan berbagai hal karena Solo termasuk Jawa Tengah. Bahkan bapak walikota kami masukkan sebagai panitia pengarah dan bapak walikota siap jualan memasarkan produk solo. Ini akan membangun ekonomi kerakyatan,” papar Sofyan.

Terakhir, Sofyan berpesan kepada peserta pengembira Muktamar agar tidak memesan hotel sendiri karena panitia sudah memesan hotel dengan harga yang lebih murah.

Menanggapi itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta tidak usah khawatir dengan bantuan propinsi. Menurut Ganjar, uang APBD propinsi adalah uang rakyat sehingga rakyat khususnya Muhammadiyah juga berhak dengan uang tersebut.

“Jangan khawatir bapak ibu, uang APBD bukan uang saya, tapi uang panjenengan semua. Maka jenengan juga berhak, saya sudah komunikasi jauh hari sama Pak Tafsir,” ujar Ganjar.[]

Reporter: Yayas
Editor: M. Arif