Di Kendal Dai Cilik Wildan Pukau Jamaah Pengajian di Dua Tempat.

0
1951

PWMJATENG.COM, KENDAL – Setelah menjelajah di berbagai kota dan pelosok di Jawa Tengah, dai cilik asal kota Salatiga, Wildan Mauzakawali Saptian pada Ahad (16/10) menyambangi Kabupaten Kendal, tepatnya di dua tempat yang berbeda, Kaliwungu dan Kota Kendal.

Di kota santri Kaliwungu pukul 06.00 WIB, Wildan bersillaturrahim dengan keluarga besar Muhammadiyah se Cabang Kaliwungu dan anak – anak PAY Hj. Siti Rohmah. Di hadapan ratusan jamaah pengajian Ahad pagi ia mengajak yang hadir untuk senantiasa menjaga rukun Islam ke dua, sholat.

Dai kader cilik Muhammadiyah itu mengibaratkan sholat dalam tubuh manusia sebagai kepala, jika seorang muslim tidak melaksanakan sholat, dikatakan olehnya sama halnya dengan tidak memiliki kepala, “ Jika seseorang bertamu dan seorang tamu tersebut kaki dan tangannya cacat kita bisa memaklumi dan bisa menerima kedatangannya, tetapi kita bisa membayangkan apa jadinya jika tamu tersebut datang ke rumah kita tanpa kepala, maka tentu kita ketakutan, “ ujarnya.

Dai Kecil Finalis Aksi Junior Indosiar 2015 itu memanfaatkan jamaah pengajian yang terdiri dari ibu – ibu dan bapak – bapak untuk diamanati agar anak – anaknya diajarkan sholat sejak berusia tujuh “ Rasulullah pernah bersabda,perintahkan anak – anak kalian untuk melakukan sholat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun “. Siswa kelas 5 SD Muhammadiyah (plus) Salatiga itu meminta kepada orang tua untuk memperhatikan sholat anak – anaknya.

Terpisah, ketua PCM Kaliwungu periode 2010 – 2015, H. Moh. Antono, SE, Dip.Kmd mengungkapkan, pengajian ini bersifat rutin yang diselenggarakan oleh PCM Kaliwungu, “ Pengajian Ahad pagi oleh PCM Kaliwungu adalah rutin, dan untuk Ahad ini spesial, kami mengundang dai cilik Wildan dari Salatiga “ katanya usai pengajian di kota Kendal, tepatnya di halaman masjid Mujahidin, Wildan hadir pukul 09.30 Wib.

Kehadirannya dalam rangka mengayubagyo wisuda santri TPQ Mujahidin. Kepala TPQ Mujahidin, Ismaini Hatta, S. Ag meminta kepada para santri untuk memiliki akhlaqul karimah, “ Santri TPQ Mujahidin senantiasa memiliki akhlaq mulia, pandai membaca Al quran dan berbuat baik kepada orang tuanya “ ujarnya.

Sedangkan ketua ta’mir masjid Mujahidin, H. Ikhsan Intizam, Lc, M. Ag merasa bangga terhadap santri – santri TPQ Mujahidin “ Kami merasa bangga di TPQ Mujahidin telah lahir santri – santri yang mampu membaca Al qur’an dengan benar dan baik, ke depannya diharapkan mampu memahami dan menghafalkannya,“ harap beliau.

Penampilan Wildan untuk menyampaikan tausiah diawali dengan prosesi wisuda terhadap 44 santri yang lulus membaca buku iqro’ jilid 6 dengan lancar. Dia sangat menghargai tugas ustadz dan ustadzah yang telah mengajar dengan baik “ Ustadz dan ustadzah telah berjasa di dunia pendidikan al qur’an, dapat mengantarkan anak didiknya menjadi pandai membaca al qur’an, berakhlakul karimah kepada orang tua, dan beriman kepada Allah yang kuat,“ katanya dengan suara khas yang memukau jamaah yang hadir.

Wildan berharap kepada para santri, selain lancar membaca Al qur’an, juga mempu menjaga iman, “ Ilmu harus didasari dengan iman kepada Allah, orang pinter tanpa iman bisa menghabiskan uang rakyat, dan orang pinter harus bisa menjaga sholatnya. Para santri harus ingat, kepandaian kalian membaca al qur’an tidak lepas dari peran orang tua, maka berbuat baiklah kepada mereka,“ ujarnya.

Menurut Wildan, yang mengutip sebuah hadist, ada tiga hal yang disukai Allah, sholat tepat waktunya, berbakti kepada orang tua, dan jihad fi sabilillah. (Dyah /MPI Kendal)