Mahasiswa UMS Gembleng Pelaku UMKM Desa Musuk Boyolali Tembus Pemasaran Digital
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat komitmen pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Melalui Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), UMS menggembleng para pelaku UMKM Desa Musuk Boyolali agar semakin mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pendampingan intensif ini berfokus pada peningkatan kapasitas kelompok Ibupreneur di Desa Musuk, Kabupaten Boyolali. Tim mahasiswa tidak hanya mendorong peningkatan kualitas produk lokal, tetapi juga melatih para ibu mengelola bisnis secara profesional.
Ketua Tim PPK Ormawa IMM FIK UMS, Fidelina Tri Adelin, menegaskan pentingnya pelatihan ini saat memberikan keterangan pada Jumat (7/8/2026). Pihaknya menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra strategis untuk memperkuat ekosistem usaha warga.
“Keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan dan memasarkan produk secara tepat,” ujar Fidelina.
Pelatihan Keuangan dan Pemasaran Digital
Dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Musuk, Sabtu (1/8/2026), tim memberikan materi praktis terkait pengelolaan keuangan usaha. Para pelaku UMKM Desa Musuk Boyolali belajar memisahkan keuangan rumah tangga dari kas usaha, menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), serta mencatat transaksi harian.
Selain tata kelola administrasi keuangan, mahasiswa memandu peserta memanfaatkan platform pemasaran digital. Mereka mengenalkan penggunaan WhatsApp Business sebagai sarana promosi langsung dan alat komunikasi efektif dengan calon pelanggan.
Pendekatan pendampingan berjalan secara interaktif dan partisipatif. Para anggota Ibupreneur aktif berdiskusi mengenai hambatan usaha, mulai dari penetapan harga jual hingga strategi memperluas jangkauan pasar.
Sinergi Berkelanjutan Mendorong Ekonomi Desa
Dosen pendamping lapangan, Aktif Cahyaningtyas, S.K.M., M.K.M., mengapresiasi antusiasme warga serta dukungan penuh dari Pemerintah Desa Musuk dan BUMDes. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini menjadi modal utama dalam menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Langkah nyata ini menegaskan peran UMS dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat pedesaan. Lewat penguatan kapasitas berkelanjutan, daya saing pelaku UMKM Desa Musuk Boyolali diharapkan terus meningkat seiring tumbuhnya perekonomian daerah.
Kontributor: Yusuf
Editor: Al-Afasy



