Perkuat Mutu Pendidikan, Kepala Madrasah Muhammadiyah se-Karanggede Sukses Ikuti Diksuskamad

PWMJATENG.COM, BOYOLALI — Kepala Madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede, Boyolali, sukses mengikuti program Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (Diksuskamad). Pelatihan kepemimpinan tingkat lanjut ini berlangsung selama empat hari di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Karanganyar pada Kamis hingga Minggu, 24–27 September 2026.
Fokus Cetak Nakhoda Sekolah Unggulan
Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menginisiasi program Diksuskamad untuk mendongkrak mutu pendidikan nasional. Kegiatan ini bertujuan melahirkan nakhoda madrasah yang adaptif, inovatif, serta berwawasan global.
Melalui pelatihan intensif tersebut, para peserta digembling secara mendalam untuk menguasai empat kompetensi utama pimpinan sekolah. Keempat aspek penting tersebut mencakup kompetensi akademik, kepribadian, sosial, hingga kemampuan kewirausahaan.
Ketua Forum Komunikasi Kepala Madrasah Muhammadiyah (FKKM) Karanggede, M. Sulistyo, menilai keikutsertaan para pimpinan sekolah merupakan langkah strategis daerah. Langkah ini sangat penting agar madrasah-madrasah di wilayah Boyolali mampu bersaing secara sehat dengan sekolah umum maupun lembaga pendidikan lainnya.
“Diksuskamad ini menjadi momentum penting bagi kami di Karanggede. Kami berkomitmen membawa pulang ilmu, strategi baru, dan memperluas jejaring agar setiap madrasah bertransformasi menjadi sekolah unggulan yang berkemajuan,” ujar M. Sulistyo di sela-sela penutupan acara, Minggu (27/9/2026).
Dorong Terobosan Manajemen dan Karakter
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Karanggede, Fatoni Afif Fauzi, memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kapasitas para pimpinan sekolah. Menurutnya, pimpinan lembaga pendidikan saat ini dituntut lebih kreatif dalam menciptakan terobosan baru.
Selain itu, kepala sekolah juga harus jeli melihat potensi lokal agar madrasah Muhammadiyah selalu menjadi pilihan utama masyarakat. “Dukungan penuh terus kami berikan agar mutu pendidikan di Karanggede semakin solid dan berdaya saing tinggi,” tegas Fatoni.
Pasca menyelesaikan seluruh rangkaian Diksuskamad, para Kepala Madrasah Muhammadiyah se-Karanggede ditargetkan segera merumuskan program keunggulan spesifik (unique selling point). Target pencapaian program baru ini berlaku bagi seluruh jajaran satuan pendidikan, mulai dari jenjang MI, MTs, hingga MA.
Sebagai langkah konkret sekembalinya ke madrasah masing-masing, para pimpinan akan memfokuskan dua pilar utama. Pilar tersebut adalah revitalisasi manajemen pembelajaran berbasis teknologi modern serta penguatan karakter Islami yang kokoh bagi para siswa.
Kontributor: Afif
Editor: Akmal



