Ditempa di Gunung Telon Purworejo, Relawan SAR Muhammadiyah Jawa Tengah Siap Hadapi Medan Ekstrem
PWMJATENG.COM, PURWOREJO — Sebanyak 15 relawan SAR Muhammadiyah Jawa Tengah dari delapan kabupaten/kota tuntas menjalani gemblengan fisik dan taktik di Gunung Telon, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Pelatihan lima hari ini berakhir pada Minggu (27/9/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pencarian dan pertolongan di medan hutan rimba (jungle rescue).
Panitia memilih Gunung Telon karena memiliki vegetasi lebat dan kontur perbukitan terjal. Medan ekstrem ini sangat ideal untuk mengasah keahlian navigasi darat. Selain itu, peserta juga melatih kemampuan bertahan hidup (survival) serta teknik pertolongan di area sulit.
Sekretaris MDMC Jawa Tengah, Huda Khoirun Nahar, menjelaskan bahwa program ini merupakan Diklat SAR Madya. Latihan menitikberatkan pada peningkatan keterampilan teknis bagi relawan yang sudah memiliki dasar ilmu jungle rescue.
“Saat ini MDMC Jawa Tengah sedang melaksanakan Diklat SAR Madya hutan rimba. Kami menempa para relawan agar dapat meningkatkan ilmunya. Dengan begitu, mereka lebih profesional dalam penanganan darurat bencana di Jawa Tengah maupun Indonesia,” ujar Huda.
Huda menambahkan, kesiapsiagaan personel SAR Muhammadiyah Jawa Tengah sangat vital. Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Ancaman kondisi darurat seperti orang hilang di hutan maupun kecelakaan di area terpencil kerap membutuhkan respons cepat.
Latihan Berbasis Kompetensi di Gunung Telon
Penyelenggara menerapkan metode Competency Based Training (CBT). Metode ini mencakup tiga pilar utama, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Peserta tidak hanya menerima teori di dalam ruangan, tetapi juga mempraktikkan simulasi evakuasi di medan nyata.
Materi pelatihan meliputi pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, fikih kebencanaan, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), serta navigasi darat. Peserta juga mempelajari komunikasi lapangan dan High Angle Rescue Technique (HART). Di samping itu, relawan mendalami teknik Search and Rescue Explorer (E-SAR) untuk mengoptimalkan pencarian korban.
Melalui simulasi terpadu dan evaluasi berkala (After Action Review), para personel SAR Muhammadiyah Jawa Tengah belajar mengambil keputusan secara tepat. Mereka dilatih bergerak cepat dan aman di bawah tekanan situasi lapangan.
Penguatan Jejaring Relawan Kemanusiaan
Selain mengasah keterampilan teknis, agenda ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat jaringan koordinasi antarwilayah. Kehadiran utusan dari pelbagai daerah membuat pola komunikasi dan standar operasional tim semakin solid.
Keseragaman kapasitas ini mempermudah mobilisasi pasukan saat terjadi bencana besar. Pasalnya, keahlian individu harus berpadu erat dengan kerja sama tim serta pemahaman keselamatan kerja.
Huda berharap seluruh ilmu selama pelatihan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas. Sinergi yang kuat antaranggota SAR Muhammadiyah Jawa Tengah siap memberikan pelayanan kemanusiaan secara optimal saat kedaruratan melanda.
Kontributor: Akhmad Maulidin M
Editor: Akmal



