Berita

Tim FKG UMS Raih Silver Medal YISF 2026 lewat Inovasi DentAware

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih medali perak dalam ajang Youth International Science Fair (YISF) 2026 kategori Innovation Science melalui inovasi skrining gigi berbasis kecerdasan buatan bernama DentAware.

Kompetisi tersebut digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 6–9 April 2026. Dalam ajang itu, tim FKG UMS menghadirkan DentAware sebagai prototipe untuk membantu deteksi dini plak dan kavitas karies melalui foto intraoral.

Karya berjudul DentAware: AI-Based Prototype for Oral Health Screening Using Intraoral Images and Digital Visual Analysis Technology to Support Early Awareness itu dikembangkan oleh Aryabima Aulia Nuswantoro bersama Hasna Faiha Tazkiya, Octavia Ferdina Faradilla Ramadhani, Raihan Priyanto, Ridha Naura Triviana, dan Taqifah Rusydiah Rauhah. Tim tersebut dibimbing drg. Morita Sari, MPH, Dr.PH.

DentAware, Inovasi Skrining Gigi Berbasis AI

Aryabima menjelaskan, DentAware dirancang sebagai sistem skrining awal kesehatan gigi dan mulut yang dapat digunakan secara mandiri. Pengguna cukup mengambil atau mengunggah foto gigi, lalu sistem akan menganalisis citra tersebut untuk mengidentifikasi plak maupun indikasi awal karies.

Menurutnya, inovasi ini lahir dari tingginya kasus masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia, sementara kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini masih rendah.

“Dengan menggabungkan seluruh fitur tersebut, kami berharap DentAware dapat menjadi solusi skrining yang praktis, mudah digunakan oleh masyarakat awam di rumah, namun tetap terhubung dengan layanan kesehatan profesional sebagai tindak lanjut,” kata Aryabima, Selasa (21/4).

Ia menambahkan, berdasarkan data yang dihimpun tim, sekitar 57 persen masyarakat Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut, tetapi hanya 11,2 persen yang mencari pengobatan. Data ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan perawatan dan tindakan yang diambil masyarakat.

Fitur Unggulan DentAware

DentAware memiliki sejumlah fitur yang saling terintegrasi. Fitur pertama adalah Dental Scan, yang memungkinkan pengguna mengambil atau mengunggah foto gigi melalui kamera atau galeri. Foto tersebut lalu dianalisis dengan teknologi berbasis AI untuk mendeteksi pola warna dan tekstur yang mengindikasikan plak maupun karies awal.

Fitur kedua ialah Plaque Detection. Melalui fitur ini, sistem menandai area yang diduga terdapat plak dengan sorotan visual. Sistem juga memperkirakan luas plak dan mengklasifikasikan tingkat risikonya menjadi rendah, sedang, atau tinggi.

Selanjutnya, Caries Detection berfungsi mengidentifikasi tanda klinis awal karies, seperti bercak putih, perubahan warna kecokelatan atau kehitaman, hingga adanya kavitas. Hasil deteksi ditampilkan dalam bentuk visualisasi area terdampak berikut estimasi tingkat keparahan.

DentAware juga dilengkapi Nearest Location, yakni fitur berbasis lokasi yang merekomendasikan klinik atau dokter gigi terdekat, lengkap dengan informasi lokasi, jam operasional, dan akses navigasi. Selain itu, terdapat Oral Care Reminder sebagai pengingat kontrol atau perawatan gigi secara berkala.

Menurut Aryabima, keunggulan utama DentAware terletak pada integrasi deteksi dini, edukasi, dan akses layanan kesehatan dalam satu sistem yang praktis dan mudah digunakan.

Harapan Pengembangan untuk Masyarakat

Aryabima berharap DentAware tidak berhenti sebagai prototipe lomba, tetapi dapat dikembangkan menjadi aplikasi yang bermanfaat luas bagi masyarakat Indonesia.

“Kami juga berharap inovasi ini dapat meningkatkan awareness masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, terutama dalam mendeteksi plak dan karies sejak dini, karena keduanya merupakan faktor awal dari berbagai penyakit gigi yang lebih serius seperti penyakit periodontal maupun periapikal,” ujarnya.

Selain membantu masyarakat melakukan skrining awal, tim juga berharap inovasi ini dapat mendukung tenaga medis, khususnya dokter gigi, dalam meningkatkan efisiensi pelayanan dan pengelolaan data pasien.

Dekan FKG UMS, Dr. drg. Noor Hafida Widyastuti, Sp.KG., menyampaikan apresiasi atas capaian tim mahasiswa tersebut di ajang internasional.

“Prestasi ini menjadi bukti nyata dedikasi, kerja keras, serta kemampuan akademik dan inovatif yang unggul di tingkat internasional,” ungkapnya.

Ia menilai DentAware merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi masyarakat. Pencapaian itu diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kontributor: Maysali
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://web.pn-sidrap.go.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacor