Taruna Melati II IPM Cilacap: Mencetak Driver Perubahan Berbasis 4C Skills

PWMJATENG.COM, CILACAP – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Cilacap sukses menggelar Pelatihan Kader Muda Taruna Melati II IPM. Agenda strategis ini berlangsung di SMK Muhammadiyah Cilacap pada Kamis hingga Ahad, 14-17 Mei 2026. Sebanyak 28 peserta utusan dari pimpinan daerah, cabang, hingga ranting fokus mengikuti seluruh rangkaian acara.
Ketua Umum PD IPM Cilacap, Zukhrif Najmaddin Hakim Sulthon Fathoni, menegaskan pentingnya keterwakilan setiap wilayah. Oleh karena itu, ia meminta setiap cabang dan ranting sekolah mengirimkan delegasi terbaiknya. Melalui langkah tersebut, ikhtiar pelatihan kader muda ini dapat berjalan optimal.
“Tujuan utama Taruna Melati II IPM ini adalah untuk pemerataan pengkaderan di wilayah Cilacap,” ujar Zukhrif pada Kamis (14/5/2026).
Materi Pengkaderan Berwawasan Masa Depan
Selanjutnya, panitia menyajikan ragam materi penunjang kompetensi yang relevan. Para peserta menerima materi Islam Wasathiyah Muhammadiyah, Risalah Islam Berkemajuan, hingga 4C Skills. Selain itu, mereka juga mendalami Gerakan Kepemimpinan Berdampak dan Theory of Change (ToC).
Setelah mendapatkan materi dasar, para kader IPM Cilacap ini langsung menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL). Program RTL tersebut berfungsi untuk mempersiapkan langkah taktis mereka pada fase berikutnya. Terdekat, mereka akan terlibat langsung dalam Forum Ta’aruf Siswa (Fortasi) baru.
Bukan hanya itu, alumni pelatihan ini juga masuk dalam kepanitiaan Musyawarah Daerah (Musda). Agenda Musda IPM Cilacap sendiri rencananya bergulir pada September atau Oktober 2026 mendatang.
Respons Positif Peserta Pelatihan
Sesi edukatif ini memantik antusiasme tinggi dari para peserta. Salah satunya adalah Muhamad Rifa Hasan, siswa kelas 11 TITL 1 SMK Muhammadiyah Majenang (MUMA). Ketua Bidang Pengkaderan Ranting IPM tersebut mengaku mendapatkan banyak perspektif baru.
“Mengikuti pelatihan kader muda ini sangat menarik karena menambah pengalaman nyata. Kami belajar langsung dari para narasumber yang kompeten,” tutur Rifa.
Menurutnya, materi kecakapan hidup yang ia terima sangat memengaruhi cara berpikirnya. Terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi digital. Rifa kini lebih berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi secara bijak untuk hal-hal positif.
Menjadi Pencipta Solusi, Bukan Penonton
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Cilacap, Aan Saeful Islam, hadir sebagai pembicara. Ia mengingatkan kembali mandat organisasi yang melekat pada diri seorang pelajar berkemajuan.
“Kita memiliki mandat organisasi yang jelas, sehingga tidak boleh menjadi penonton pasif. Seluruh kader merupakan driver, bukan passenger dalam roda gerakan. Maka dari itu, jadilah pencipta solusi, bukan sekadar penghafal masalah,” tegas Aan.
Aan menambahkan bahwa Taruna Melati II IPM merupakan ruang penggemblengan ideologi yang tepat. Melalui wadah ini, pelajar menerima modal empat pilar kompetensi Abad ke-21. Komponen tersebut meliputi critical thinking, creativity, collaboration, dan communication.
Implementasi Kurikulum Berbasis Dampak Nyata
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Lembaga Fasilitator Pendamping PWM Jawa Tengah, Mahda, ikut memberikan penjelasan. Pihaknya bertugas memandu sekaligus memfasilitasi jalannya forum agar tetap terukur.
“Kami menyusun silabus khusus yang sesuai dengan kebutuhan internal PD IPM Cilacap. Rancangan tersebut kemudian turun menjadi dokumen Term of Reference (TOR) untuk manajemen eksekusi acara,” urai Mahda.
Melalui kurikulum terstruktur ini, Mahda berharap alumni pelatihan menjelma menjadi sosok yang progresif. Dengan demikian, mereka mampu menciptakan dampak nyata untuk persyarikatan.
Selama empat hari tiga malam, seluruh peserta menunjukkan kedisplinan tinggi. Mereka konsisten mematuhi kontrak belajar yang telah disepakati bersama sejak awal pembukaan.
Kontributor: Wasis
Editor: Alafasy



