Perkuat Ekosistem Pesisir Mangrove, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Implementasikan Metode Tanam Inovatif di Bantul
PWMJATENG.COM, YOGYAKARTA – Untuk mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir mangrove, mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melakukan aksi penanaman mangrove dengan teknik khusus di Pantai Baros, Bantul, sebagai langkah mitigasi abrasi dan perlindungan keanekaragaman hayati.
Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) kini bergerak nyata. Mereka menolak berdiam diri melihat kondisi lingkungan. Melalui mata kuliah Islam dan Ipteks, mereka meluncurkan Proyek Fikih Hijau. Proyek ini bertujuan memulihkan ekosistem pesisir mangrove di Pantai Baros, Bantul. Langkah ini menjadi investasi ekologis penting bagi generasi mendatang.
“Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kita harus mewujudkan tanggung jawab tersebut melalui tindakan konkret agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang,” ujar salah satu mahasiswa. Mereka menanam bibit mangrove dengan giat. Langkah ini membentengi wilayah pesisir dari ancaman abrasi yang terus menggerus daratan.
Metode Tanam Inovatif untuk Keberhasilan
Kondisi Pantai Baros rawan gelombang laut. Oleh karena itu, mahasiswa menerapkan ketelitian tinggi. Mereka menanam tiga bibit dalam satu titik untuk meningkatkan peluang tumbuh tanaman. Teknik ini membantu bibit saling mendukung. Akibatnya, tanaman lebih tangguh menghadapi arus air, angin, dan ketidakstabilan tanah.
“Kami memperhatikan kondisi lingkungan setempat dengan saksama. Hal ini memastikan bibit dapat tumbuh baik dan saling memperkuat saat menghadapi arus air,” tambah perwakilan mahasiswa tersebut. Pendekatan teknis ini memberikan peluang hidup lebih besar bagi tegakan mangrove di area pasang surut.
Sinergi untuk Keberlanjutan Ekosistem
Keberhasilan rehabilitasi hutan mangrove sangat bergantung pada perawatan intensif. Mahasiswa, masyarakat, dan pengelola kawasan kini berkolaborasi erat. Sinergi ini menjadi kunci utama menjaga keberlangsungan proyek. Selain itu, kolaborasi lintas elemen ini membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir mangrove di Selatan Yogyakarta.
“Kegiatan ini bukan program sesaat. Ini adalah langkah awal membangun komitmen berkelanjutan terhadap pelestarian lingkungan,” tegas mahasiswa tersebut. Investasi hijau ini menjaga keanekaragaman hayati. Selanjutnya, mangrove akan menjadi perisai alami bagi masyarakat pesisir Bantul dari ancaman perubahan iklim.
Editor: Alafasy



