Berita

Cetak Guru Masa Depan Berkualitas, FKIP UMS Gelar Kompetisi Microteaching Nasional

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Menyoroti pentingnya instrumen praktik mengajar, FKIP UMS menyelenggarakan Lomba Microteaching dalam ajang Annual Innovation on Learning and Education Competition (AILEC) 2026. Kompetisi ini diikuti oleh 51 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menguji kesiapan mereka menjadi guru masa depan yang profesional di era digital.

Kompetisi ini bukan sekadar ajang adu bakat. Para peserta menunjukkan kemampuan merancang pembelajaran, menguasai materi, serta menerapkan strategi pedagogik mutakhir. Mereka juga membuktikan kesiapan dalam menyusun pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era modern saat ini.

“Microteaching menjadi salah satu instrumen penting untuk melihat kesiapan mahasiswa dalam mengelola pembelajaran,” ujar Ketua Panitia AILEC 2026, Dias Aziz Pramudita, S.Pd., M.Cs. Dia menambahkan, ajang ini juga menghadirkan ruang kompetitif yang sehat, edukatif, dan membangun rasa percaya diri bagi para calon pendidik.

Standar Kompetensi Calon Pendidik

Sebanyak 51 mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air mengikuti tantangan ini. Peserta datang dari beragam institusi, mulai dari Universitas Negeri Surabaya, Universitas PGRI Semarang, hingga Universitas Tanjungpura. Mereka bersaing ketat setelah melalui dua tahap penilaian intensif yang berakhir pada 27 Juni 2026.

Dewan juri memberikan penilaian berdasarkan kualitas perangkat pembelajaran dan performa video. Selain itu, juri juga menyoroti penguasaan materi serta efektivitas strategi penyampaian di depan kelas. Hasil akhir menempatkan Ulfah Nur Azizzah dari Universitas Negeri Surabaya sebagai peraih juara pertama.

Membangun Ekosistem Pendidikan Kolaboratif

Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta. Dia menilai AILEC 2026 berperan vital dalam membangun ekosistem akademik yang inovatif. Kompetisi ini mendorong mahasiswa agar tidak hanya terpaku pada teori di bangku kuliah.

“Kami berharap AILEC dapat menjadi wadah pengembangan talenta mahasiswa, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembelajaran,” ungkap Prof. Anam. Dia menegaskan pentingnya implementasi teori dalam praktik mengajar yang nyata di lapangan.

Melalui ajang ini, FKIP UMS berkomitmen mencetak guru masa depan yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Langkah ini menjadi upaya berkelanjutan untuk mempertemukan ide-ide kreatif dari seluruh Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan nasional secara signifikan.

Kontributor: Fika
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777