Khazanah Islam

Santri MBS Pekajangan di Doro: Nikmat Hidup Kita Adalah Kerinduan Terbesar Fir’aun

Suasana khidmat menyelimuti Masjid Hj. Mutimah Dahlan, Doro, saat seorang santri muda berdiri di mimbar memberikan tausiyah. Ia adalah Seguh Eso Palupi Setyoko, santri pengabdian dari Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Pekajangan.

Dalam kultum di sela rangkaian salat Tarawih, santri asal Bojong yang akrab disapa Saku ini membawakan materi mendalam mengenai nikmat yang sering dilupakan manusia: Nikmat Hidup.

Saku mengawali mukadimahnya dengan mengajak jamaah merenungi harga sebuah helaan napas. Ia memberikan perumpamaan ekstrem melalui sosok penguasa sombong di masa lalu.

“Saat ini kita memiliki apa yang sangat didambakan oleh penduduk alam kubur, bahkan oleh Fir’aun sekalipun. Fir’aun yang dulu berkuasa dan bergelimang harta, kini hanya berharap bisa hidup kembali sedetik saja untuk meminta ampunan kepada Allah. Maka, nikmat hidup adalah modal terbesar kita untuk meraih iman dan Islam,” ujarnya dengan lantang.

Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 155, Saku menjelaskan bahwa ujian berupa ketakutan dan kekurangan harta adalah keniscayaan. Namun, Al-Qur’an memberikan “garansi” kemudahan bagi mereka yang bersabar. Merujuk pada Surah Al-Layl ayat 5-7, ia membedah tiga ciri orang yang akan diberikan jalan keluar oleh Allah:

  1. Al-A’tha (Suka Memberi): Menjadi pribadi dermawan yang ringan tangan. Saku mengingatkan pesan Rasulullah SAW agar memperbanyak kuah masakan untuk dibagikan ke tetangga sebagai wujud kepedulian sosial yang nyata.
  2. At-Taqa (Bertakwa): Memiliki kesadaran muraqabah atau merasa selalu diawasi Allah. Ia mengibaratkan takwa seperti murid yang tetap disiplin mengerjakan tugas meski guru tidak ada di kelas.
  3. Al-Husna (Percaya Janji Allah): Keyakinan penuh bahwa setiap kebaikan akan dibalas surga. Tanpa keyakinan ini, amal akan terasa hambar dan sia-sia.

Di akhir tausiyahnya, Saku menegaskan bahwa jika ketiga kriteria tersebut menyatu dalam diri seorang mukmin, maka Allah menjanjikan kemudahan dalam setiap urusan (Fasayuyassiruhu lil yusra).

Kajian singkat ini menjadi pengingat bagi jamaah di Doro untuk terus konsisten memperbaiki kualitas ibadah selama bulan suci, agar keluar sebagai pemenang yang mendapatkan pintu kemudahan dan rida dari Allah SWT.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/