Jadi Prototipe Ormas Maju, Begini Cara Muhammadiyah Jateng Garap Manajemen MPM dan SatuMu

PWMJATENG.COM, SALATIGA – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah resmi memulai percepatan sistem SatuMu dan manajemen MPM melalui bimbingan teknis di Kota Salatiga, Rabu-Kamis, 22-23 April 2026, demi mewujudkan tata kelola organisasi yang berbasis data dan profesional.
Program peningkatan kapasitas ini menghadirkan 121 peserta yang terdiri dari sekretaris dan manajer kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Se-Jawa Tengah serta tim CoE (Center of Excellence). Sekretaris PWM Jawa Tengah, Dodok Sartono, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu prioritas hasil Muktamar ke-48 untuk melakukan reformasi organisasi dan digitalisasi sistem.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PWM Jawa Tengah, K.H. Tafsir, menekankan pentingnya perubahan mindset pengelola kantor agar tidak lagi sekadar administratif. “Kita mulai bagaimana kantor Muhammadiyah menjadi kantor yang MPM (Maju, Profesional, Modern). Kemajuan Muhammadiyah dimulai dari kemajuan manajemen,” tegasnya saat memberikan arahan.
Baca Juga: Silaturahmi PWM Jawa Tengah di Unimus, Bahas SatuMu Hingga Center of Excellence
Konsep Manajemen MPM
Konsep Manajemen MPM yang diusung merupakan lompatan peradaban organisasi yang menggeser cara kerja dari “amal” menjadi “impact”. Strategi ini secara fundamental mengubah struktur kepengurusan yang bersifat normatif menjadi struktur eksekusi yang profesional.
Dalam model ini, pimpinan (PWM/PDM) berperan sebagai Board of Direction yang menentukan arah kebijakan strategis. Sementara itu, operasional organisasi dijalankan oleh Kantor Eksekutif yang dipimpin oleh seorang Direktur Eksekutif Muhammadiyah (DEM). Direktur ini bertindak sebagai Leader Operasional (COO) yang membawahi manajer-manajer spesifik, mulai dari bidang Program, Keuangan, SDM, hingga IT dan Media .
Transformasi ini juga memperkenalkan budaya kerja baru berbasis data (KPI dan OKR) dengan evaluasi kinerja melalui dashboard digital bulanan. Tujuannya adalah menciptakan sinergi antar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), sehingga kekuatan besar Muhammadiyah dapat terkelola sebagai satu kesatuan sistem yang terintegrasi, bukan lagi berjalan sendiri-sendiri.

Akselerasi SatuMu dan Integrasi Data
Selain pembenahan manajemen, fokus utama kegiatan ini adalah percepatan sistem SatuMu (Satu Data Muhammadiyah). Sistem ini berfungsi menyatukan seluruh aset dan informasi anggota dalam satu basis data terintegrasi. Muhammadiyah Jawa Tengah menyadari bahwa penguasaan teknologi menjadi kunci agar organisasi tidak sekadar menjadi penonton di era digital.
K.H. Tafsir menambahkan bahwa penguatan teknologi harus berjalan beriringan dengan akidah. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya manajemen yang rapi agar potensi umat yang besar tidak menjadi kesalehan yang terserak.
“Kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah oleh kebatilan yang terorganisir,” tegasnya. Menurutnya, kesalehan kolektif harus menghasilkan dampak yang dahsyat melalui pengorganisasian yang tepat.
Baca Juga: Muhammadiyah Jateng Gelar Bimtek SIM SatuMu, Percepat Transformasi Digital Persyarikatan
Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Kesbangpol mendukung penuh transformasi ini. Langkah Muhammadiyah dalam membangun manajemen MPM dianggap sebagai prototipe ideal bagi organisasi kemasyarakatan lainnya di Jawa Tengah.
Kabid Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Ormas Kesbangpol Jateng, Rahmad Winarto, berharap narasi kemajuan ini bisa menjadi contoh nasional. “Kami berharap proses yang dilakukan oleh Muhammadiyah ini dapat direkam dengan narasi yang baik untuk dijadikan prototipe bagi ormas-ormas lainnya. Kami ingin mendorong seluruh ormas menjadi maju, profesional, dan modern,” pungkasnya.
Editor: Al-Afasy



