Berita

Abdul Mu’ti: Perempuan Berkemajuan Jadi Pilar Keluarga dan Peradaban

PWMJATENG.COMMagelang — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menegaskan bahwa perempuan berkemajuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga, menjaga nilai keagamaan, dan menopang masa depan peradaban. Pesan itu disampaikan dalam tausiyah pada kegiatan Wisata Dakwah ‘Aisyiyah se-Karesidenan Kedu Raya.

Dalam tausiyahnya, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa organisasi bukan sekadar wadah aktivitas, melainkan ruang bertumbuh yang menguatkan energi, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kebanggaan sebagai bagian dari Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Ia mengatakan, dari semangat berorganisasi itu lahir budaya berbagi yang menjadi ciri kuat warga persyarikatan. Karena itu, peserta diajak tidak berhenti pada wacana, tetapi mewujudkan kedermawanan melalui aksi nyata, termasuk membantu sesama yang membutuhkan.

Perempuan Berkemajuan Harus Beriman dan Profesional

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tema perempuan berkemajuan merupakan panggilan zaman. Menurutnya, perempuan tidak lagi dipandang terbatas pada ranah domestik, tetapi juga didorong menjadi pribadi yang beriman kuat sekaligus profesional di berbagai bidang.

Ia menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kehidupan yang baik melalui iman dan amal saleh, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an.

“Perempuan berkemajuan memiliki keimanan yang kokoh, amal yang bermanfaat, dan profesionalitas dalam setiap peran,” ujarnya.

Menurut dia, perempuan tidak hanya hadir untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberi dampak bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Keluarga Menjadi Fondasi Peradaban

Dalam refleksi yang lebih luas, Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya institusi keluarga di tengah tantangan zaman. Ia menyebut menurunnya angka pernikahan dan kecenderungan menjauh dari nilai keluarga sebagai peringatan serius.

Dalam konteks itu, ia menegaskan bahwa peran ibu sangat penting sebagai pendidik pertama dan utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berakar pada nilai agama.

Ia menambahkan bahwa konsep “anak hebat” tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti bangun pagi, beribadah, disiplin, dan menjaga pola makan sehat.

“Semua itu tidak lepas dari pendampingan seorang ibu yang hadir dengan kasih sayang dan keteladanan,” katanya.

Waspadai Krisis Keluarga dan Nilai Keagamaan

Di akhir tausiyah, Abdul Mu’ti mengingatkan dua ancaman besar yang perlu diwaspadai bersama, yakni melemahnya keberlanjutan keturunan dan terputusnya nilai-nilai keagamaan pada generasi muda.

Menurutnya, pembangunan peradaban tidak cukup hanya ditopang oleh kemajuan teknologi dan ekonomi, tetapi juga memerlukan keluarga yang kuat, generasi yang beriman, serta perempuan berkemajuan yang menjadi pilar perubahan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa peran perempuan tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun masyarakat yang berkemajuan, berkeadaban, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Kontributor: Rudyspramz
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/