Berita

Didukung Dikdasmen PNF, FKMM Karanggede Ikuti Seminar Penerapan Kelas Bilingual di Megaland Hotel Surakarta

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Forum Komunikasi Kepala Madrasah (FKMM) Karanggede Boyolali terus mengakselerasi persiapan penerapan kelas bilingual di madrasah. Langkah strategis ini terwujud saat mereka mengikuti seminar pendidikan di Megaland Hotel Surakarta pada Kamis (1/10/2026).

Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PDM Kota Surakarta menggelar agenda penting tersebut. Sementara itu, Majelis Dikdasmen PNF PCM Karanggede di bawah arahan Fatoni Afif Fauzi memberikan dukungan penuh demi meningkatkan mutu sekolah di wilayah Karanggede.

Akselerasi Penguasaan Bahasa Asing

Program pembelajaran dua bahasa ini hadir sebagai respons tepat atas kebutuhan integrasi bahasa internasional di lingkungan sekolah. Sebab, melalui inovasi ini, lembaga pendidikan tidak hanya fokus pada pembinaan akhlak dan karakter. Selain itu, para siswa juga siap bersaing secara global lewat penguasaan bahasa asing yang aktif.

Oleh karena itu, Ketua FKMM Karanggede, M. Sulistyo, menyambut positif kolaborasi lintas daerah tersebut. Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam atas kesempatan berharga bagi seluruh kepala sekolah.

“Kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk mempercepat internasionalisasi madrasah. Jadi, dengan dukungan penuh dari Majelis Dikdasmen PNF PCM Karanggede serta ilmu dari PDM Kota Surakarta, kami memiliki peta jalan yang jelas untuk menerapkan metode bilingual,” ujar Sulistyo.

Penyusunan Kurikulum dan Ekosistem Bahasa

Selanjutnya, dalam forum tersebut, Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Surakarta membagikan berbagai strategi taktis. Narasumber memaparkan penyusunan kurikulum kembar (twin curriculum) hingga kiat pelatihan intensif bagi guru. Bahkan, peserta juga mempelajari cara membangun ekosistem lingkungan berbahasa (language environment) yang alami di sekolah.

Hasilnya, para kepala sekolah mengikuti setiap sesi diskusi dengan antusias di Megaland Hotel Surakarta. Mereka berdiskusi secara interaktif untuk membedah tantangan awal dan merumuskan solusi penerapan kelas bilingual di madrasah secara bertahap.

Komitmen Pendampingan Berkelanjutan

Berikutnya, FKMM Karanggede siap memberikan pendampingan berkelanjutan bagi lembaga yang akan meluncurkan program ini. Langkah pendampingan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan kurikulum, tenaga pendidik, serta sarana pendukung di lapangan.

Pada akhirnya, sinergi antarwilayah ini memicu optimisme baru bagi pengembangan mutu pendidikan di Boyolali. Penguatan kelas bilingual di madrasah membuat pengelola makin yakin untuk mencetak lulusan berakhlak mulia yang fasih berkomunikasi di kancah internasional.

Kontributor: Afif
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *