Berita

Bantu Atasi Krisis Air Bersih Banyumas, Mahasiswa UMP Salurkan 149 Ribu Liter Air

PWMJATENG.COM, BANYUMAS — Respons cepat terhadap krisis air bersih Banyumas ditunjukkan oleh Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Para mahasiswa menyalurkan total 149.000 liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Desa Gebang Sari, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Minggu (27/9/2026).

Penyaluran ini mencakup 28.000 liter air bersih dari aksi lapangan langsung mahasiswa. Selain itu, UMP menyerahkan donasi air bersih tambahan sebanyak 121.000 liter pada tanggal yang sama untuk memperluas jangkauan bantuan.

Kolaborasi MDMC dan Komitmen SDGs

Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung lewat kolaborasi erat bersama MDMC Banyumas. Sinergi ini memperkuat gerakan gotong royong antara mahasiswa dan organisasi kemanusiaan dalam merespons krisis air akibat kekeringan di sejumlah wilayah.

Selain membantu kebutuhan harian warga, aksi nyata ini menjadi kontribusi langsung mahasiswa UMP terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-6, yaitu Air Bersih dan Sanitasi Layak. Gerakan ini sekaligus mempertegas kepedulian sosial civitas akademika UMP di tengah masyarakat.

Peran Mahasiswa dan Perluasan Aksi

Presiden BEM KM UMP sekaligus Presnas BEM PTMA Zona IV Jateng-DIY, Yoga Dwi Yuwono, menegaskan pentingnya peran mahasiswa di lapangan. Ia menyebut mahasiswa harus bertindak nyata saat warga menghadapi krisis kekeringan.

“Hari ini peran mahasiswa sebagai agent of change harus mampu melihat kebutuhan masyarakat yang sedang menghadapi bencana kekeringan. Mahasiswa memiliki ruang untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui narasi dan diskusi, tetapi juga melalui aksi nyata. Salah satunya dengan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menyuarakan persoalan kekeringan agar menjadi perhatian dan kepedulian bersama,” ujar Yoga Dwi Yuwono.

Yoga menambahkan bahwa persoalan krisis air bersih Banyumas dan daerah lain memerlukan perhatian bersama. Mahasiswa dapat mengambil bagian melalui aksi sosial, pengabdian masyarakat, serta kolaborasi lintas pihak.

Sementara itu, Ketua MAPALA Satria UMP selaku Ketua Penyelenggara berharap aksi tersebut membawa manfaat luas. Pihaknya berkomitmen terus membuka ruang donasi dan kolaborasi untuk membantu masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Keberlanjutan Gerakan Kepedulian

Yoga Dwi Yuwono menegaskan bahwa semangat kolaborasi akan terus menjadi energi utama gerakan mahasiswa. BEM KM UMP, KM UMP, dan BEM PTMA Zona IV Jateng-DIY berkomitmen menjaga konsistensi gerakan sosial ini.

“Kami percaya bahwa setiap langkah kepedulian, sekecil apa pun, dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih baik. Semoga semangat kebersamaan ini terus tumbuh dan menjadi energi positif bagi mahasiswa untuk hadir, bergerak, serta memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” pungkas Yoga Dwi Yuwono.

Melalui sinergi berkelanjutan ini, gerakan mahasiswa UMP membuktikan komitmen untuk terus mengawal penanganan krisis air bersih Banyumas secara inklusif dan berdampak nyata.

Kontributor: Chy
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *