Bedah Syariat dan Budaya, Ketua PWM Jateng Tekankan Penataan Aset di Pengajian PDM Wonosobo
PWMJATENG.COM, WONOSOBO — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Wonosobo kembali menggelar agenda Pengajian Pimpinan di GOR SMA Muhammadiyah Wonosobo, Ahad (14/9/2026). Acara ini dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag.
Dalam pengarahannya, Ketua PDM Wonosobo, Bambang WEN, mengingatkan pentingnya menjaga persyarikatan layaknya pohon rindang yang berbuah lebat. Beliau menegaskan bahwa pengurus wajib merawat masjid dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) secara konsisten sebagai basis pembinaan warga.
Bambang WEN turut memberi apresiasi atas pesatnya pembangunan infrastruktur dan pembebasan tanah di berbagai cabang. Beberapa wilayah yang bergerak aktif meliputi Tieng, Garung, Mojotengah, Sapuran, hingga Kalikajar.
Legalitas Aset dan Pilar Organisasi
Selain ekspansi lahan, Bambang WEN menyoroti krusialnya tata kelola aset dan infrastruktur di lingkungan Muhammadiyah. Pihaknya mendorong penataan administrasi pertanahan secara masif guna mengamankan seluruh inventaris organisasi.
Langkah ini menyasar penyelesaian legalitas aset-aset hasil jual beli masa lalu yang masih berstatus transaksi di bawah tangan. Dengan langkah tersebut, seluruh lahan Muhammadiyah meraih kepastian hukum pertanahan resmi yang kuat.
Membedakan Syariat, Fiqih, dan Budaya
Menginjak porsi tausiyah pengajian PDM Wonosobo, Dr. H. Tafsir memaparkan konsep keislaman dengan membedakan dimensi syariat, fiqih, dan budaya masyarakat. Pemahaman yang keliru terhadap ketiga hal tersebut kerap memicu perdebatan tidak perlu di tengah umat.
Tafsir menjelaskan bahwa Al-Qur’an dan Sunnah menjadi sumber murni syariat yang bersifat mutlak. Sementara itu, fiqih lahir dari pemahaman serta interpretasi manusia terhadap dalil-dalil tersebut.
Lebih lanjut, Ketua PWM Jateng mengulas konstruksi budaya beragama yang berkembang di tengah masyarakat. Sebagai contoh, masyarakat menjalankan tradisi bersalaman pascashalat sebagai bagian dari budaya beragama. Umat tidak perlu membenturkan tradisi positif ini secara kaku sebagai amalan bid’ah.
Penyerahan Bantuan Kemanusiaan Bencana Kebakaran
Rangkaian acara pengajian PDM Wonosobo berakhir dengan aksi kepedulian sosial berupa penyerahan bantuan kemanusiaan. Pengurus menyalurkan dana ini untuk menangani bencana kebakaran di Desa Setieng dengan total nilai Rp35.000.000.
Ketua PWM Jawa Tengah menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada pengurus PDM Wonosobo. Usai acara pengajian PDM Wonosobo, rombongan langsung bergerak meninjau lokasi kejadian di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
Kontributor: Rudyspramz
Editor: Akmal



