Kerja Sama Internasional UMPWR NTUST Taiwan Resmi Dijajaki Lewat Forum AASVET 2026
PWMJATENG.COM, PURWOREJO – Universitas Muhammadiyah Purworejo terus memperluas jejaring pendidikan ke tingkat global. Universitas ini resmi membuka penjajakan kerja sama internasional UMPWR NTUST Taiwan melalui partisipasi aktif dalam ajang AASVET 2026 di Taipei.
Langkah strategis ini berlangsung pada ajang The 22nd International Conference of the Asian Academic Society for Vocational Education and Training. Forum ilmiah berskala regional tersebut bertempat di National Taiwan University of Science and Technology pada 28–30 Oktober 2026.
Dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif FKIP UMPWR, Dwi Jatmoko, M.Pd., hadir langsung sebagai presenter. Beliau memimpin dialog awal untuk memperkuat pendidikan vokasi UMPWR di kancah internasional.
Diskusi Strategis Penjajakan Kemitraan di Taiwan
Perwakilan UMPWR menggelar diskusi akademik mendalam bersama Prof. Dr. Sufen Chen dari NTUST pada Jumat (30/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk merancang kerja sama kelembagaan yang berkelanjutan.
Kedua pihak membahas penyusunan International Agreement sebagai payung hukum kolaborasi masa depan. Kesepakatan ini mencakup bidang pendidikan, riset bersama, serta pengabdian masyarakat.
Kemitraan ini bertujuan membuka peluang pertukaran ilmu dan pengalaman akademik secara global. Hal ini mempertegas komitmen kerja sama internasional UMPWR NTUST Taiwan dalam memajukan mutu perguruan tinggi.
Pembahasan Masa Depan TVET Digital pada Forum AASVET 2026
Partisipasi dalam forum AASVET 2026 Taiwan memberi ruang bagi UMPWR untuk merespons dinamika era digital. Ratusan akademisi dari sembilan negara Asia berkumpul membedah tantangan terbaru kecerdasan buatan dan kebutuhan industri.
Associate Professor dari University of Twente Belanda, Pantelis M. Papadopoulos, Ph.D., menyampaikan gagasan penting terkait TVET digital. Beliau menekankan perlunya transformasi hijau dan digital dalam sistem pembelajaran teknik.
UMPWR menyerap ide-ide tersebut sebagai acuan perancangan kurikulum yang adaptif. Langkah ini memastikan para lulusan siap bersaing di pasar kerja global.
Presentasi Kajian Teaching Factory dan Penguatan Akademik
Pada Kamis (29/10/2026), Dwi Jatmoko UMPWR mempresentasikan hasil kajian ilmiah mengenai Teaching Factory. Kajian ini mengulas integrasi antara teori kelas, praktik laboratorium, dan kebutuhan riil industri.
Sesi presentasi mendapat tanggapan positif dari peserta konferensi antarnegara. Diskusi interaktif ini sekaligus memperkenalkan inovasi pembelajaran dari prodi PTO FKIP UMPWR ke tingkat internasional.
Pengalaman ini memicu perluasan kolaborasi publikasi ilmiah dan penelitian antar-institusi. UMPWR memanfaatkan forum ini untuk memperkuat kualitas riset terapan para dosen.
Harapan Keberlanjutan Program Kolaborasi Global
Dwi Jatmoko berharap penjajakan ini segera terealisasi menjadi program kerja konkret. Sinergi ini harus memberikan manfaat langsung bagi dosen, mahasiswa, dan publik.
“Kami berharap komunikasi ini membuka jalan untuk riset bersama, publikasi internasional, dan pertukaran pengetahuan,” tegas Dwi Jatmoko.
Langkah aktif dalam kemitraan global ini memperkuat peran kampus di kancah dunia. Inisiatif kerja sama internasional UMPWR NTUST Taiwan menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan.
Kontributor: Medkom UMPWR
Editor: Akmal



