Cara Unik Perguruan Muhammadiyah Bayan Terapkan Pendidikan Karakter Anak Islam Saat Iduladha
PWMJATENG.COM, PURWOREJO – Mengenalkan makna berbagi sejak dini, ratusan santri Pondok Pesantren Darul Arqom terlibat langsung dalam pembungkusan hingga penyaluran kurban di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Bayan, Purworejo, Kamis (28/5/2026). Kegiatan kolaboratif lintas generasi ini menjadi laboratorium hidup untuk mengasah empati dan nilai gotong royong peserta didik.
Kompleks perguruan ini seketika berubah menjadi laboratorium kehidupan. Sejak pagi hari, para guru, karyawan, bersama ratusan santri Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan bahu-membahu menyiapkan prosesi kurban. Kolaborasi masif ini melibatkan seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari tingkat PAUD/’Aisyiyah, SD, SMP, hingga pesantren.
Keterlibatan aktif para santri menjadi pemandangan paling menarik dalam agenda rutin tahunan ini. Mereka tidak sekadar menonton, tetapi juga terjun langsung mencacah, menimbang, membungkus, hingga mengantarkan paket daging. Pengalaman praktis di luar ruang kelas ini memberikan dampak mendalam bagi perkembangan emosional anak.
Makna Kurban di Luar Kelas
Pendidikan yang efektif tidak boleh berhenti di dalam ruang kelas saja. Ketua Perguruan Muhammadiyah Bayan, H. Amad Darusman, S.Pd., menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis aksi nyata ini.
“Agenda penyembelihan bersama ini selain sebagai bentuk kolaborasi Perguruan Muhammadiyah Bayan dari tingkat TK, KB, PAUD, SD, SMP, SMA hingga pondok pesantren, tentunya juga menjadi bentuk ibadah dan momentum mengasah rasa kepedulian, kebersamaan, serta kekompakan,” ujar Amad Darusman.
Menurutnya, aktivitas semacam ini mempermudah guru menanamkan nilai keikhlasan, tanggung jawab, dan gotong royong. Interaksi langsung dengan masyarakat juga melatih kepekaan sosial anak sejak usia dini. Sambil membawa kantong daging, para santri belajar berempati terhadap kondisi ekonomi warga di sekitarnya.
Menjangkau Ratusan Penerima di Purworejo
Kerja keras para santri dan panitia membuahkan hasil nyata yang berdampak luas. Sebanyak dua ekor sapi dan delapan ekor kambing berhasil disembelih dengan menerapkan syariat Islam yang ketat. Seluruh hewan kurban tersebut menghasilkan ratusan paket logistik siap edar.
Ketua Panitia Idul Qurban Perguruan Muhammadiyah Bayan, Nurul Hasanah, M.Pd.I., merinci total pendistribusian tersebut secara transparan.
“Tahun ini Perguruan Muhammadiyah Bayan menyembelih dua ekor sapi dan delapan ekor kambing yang kemudian didistribusikan kepada kurang lebih 600 penerima,” ujar Nurul Hasanah.
Langkah taktis ini memperluas jangkauan syiar hingga ke pelosok daerah. Panitia memetakan wilayah distribusi agar paket daging menyasar warga yang benar-benar membutuhkan. Rute pengantaran meliputi lima kecamatan di Purworejo, yaitu Kecamatan Bayan, Grabag, Kutoarjo, Butuh, dan Banyuurip.
Syiar Islam Lewat Aksi Sosial
Melalui gerakan sosial ini, lembaga pendidikan Muhammadiyah ingin mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Kehadiran para santri di tengah warga membawa keceriaan tersendiri pada momen Iduladha. Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa dakwah Islam berkemajuan dapat mewujud dalam aksi nyata yang inklusif.
Amad Darusman menambahkan bahwa kegiatan kurban bersama ini memuat misi strategis lembaga. Sekolah tidak boleh berjarak dengan realitas sosial masyarakat luas.
“Ini juga menjadi momentum promosi perguruan kepada masyarakat bahwa Muhammadiyah tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan,” kata Amad Darusman.
Melalui integrasi ibadah dan filantropi, Perguruan Muhammadiyah Bayan sukses menyelaraskan aspek akademik dengan kesalehan sosial. Pola pengajaran ini diharapkan mampu mencetak generasi muda muslim yang cerdas, mandiri, dan responsif terhadap lingkungan sekitar.
Kontributor : Akhmad Maulidin
Editor: Al-Afasy



