Ikhwanushoffa Ajak Warga Muhammadiyah Kembali ke Prinsip Ketat KH Ahmad Dahlan
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN — Tokoh penggerak persyarikatan, Ikhwanushoffa, menegaskan pentingnya mengembalikan semangat dan ketegasan prinsip pendiri organisasi. Langkah ini dinilai krusial untuk menghadapi berbagai dinamika internal maupun eksternal organisasi.
Pesan mendalam tersebut ia sampaikan saat mengisi kajian Teman Ngopi (Tempat Nyaman Nggo Ngolah Pikiran) di Masjid Al-Ihsan, Sabtu (19/9/2026). Acara yang digagas Komunitas Teman Ngopi ini mendapat dukungan penuh dari Lazismu Kota Pekalongan. Dalam pemaparannya, Ikhwanushoffa mengingatkan kembali hakikat pendirian persyarikatan.
“Muhammadiyah adalah gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dan tajdid yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Namun, penegak kebenaran zaman sekarang justru kerap dimusuhi banyak pihak,” kata Ikhwanushoffa.
Soroti Pembenahan Internal Persyarikatan
Dalam kesempatan tersebut, Ikhwanushoffa menyoroti langkah Sekretariat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) yang tengah aktif membenahi tata kelola kepegawaian dan SOP. Ia menilai wajar jika kebijakan penataan ini memicu penolakan dari sebagian pihak. Menurutnya, setiap perbaikan organisasi selalu mendatangkan tantangan.
Kondisi ini serupa dengan perjuangan masa awal pendirian persyarikatan. Dahulu, KH Ahmad Dahlan juga menghadapi penolakan keras saat membenahi arah kiblat serta mendirikan sekolah dan rumah sakit. Meski mendapat rintangan dari penjajah maupun kelompok lokal, beliau pantang mundur menegakkan kebenaran.
Selain administrasi, Ikhwanushoffa menekankan pentingnya penegakan nahi mungkar secara tegas di internal organisasi. Pelanggaran seperti tindakan koruptif (fraud) maupun norma asusila harus mendapat sanksi terukur tanpa kompromi. Sikap permisif atau membiarkan kesalahan justru berpotensi merusak organisasi dari dalam.
Teladan Disiplin KH Ahmad Dahlan
Untuk memperkuat argumennya, Ikhwanushoffa menceritakan ketegasan KH Ahmad Dahlan saat mendidik para kader. Suatu ketika, pendiri persyarikatan ini memerintahkan Ki Bagus Hadikusumo untuk mengisi dakwah ke Solo. Namun, Ki Bagus batal berangkat karena tertinggal kereta api.
Mendengar alasan tersebut, KH Ahmad Dahlan memberikan teguran keras dan mempertanyakan komitmen Ki Bagus dalam menjalankan amanah dakwah. Ki Bagus akhirnya menyewa taksi menuju Solo. Sesampainya di lokasi, para jamaah bahu-membahu mengumpulkan iuran untuk membayar ongkos taksi tersebut.
Sikap disiplin serupa juga ditunjukkan sang kyai saat menegur KH Fachruddin yang sempat absen dari aktivitas dakwah karena urusan pekerjaan. KH Ahmad Dahlan mengingatkan bahwa rezeki setiap hamba sudah dijamin oleh Allah Swt. selama ia bersungguh-sungguh menolong agama-Nya.
Ikhwanushoffa kemudian mengutip firman Allah Swt. dalam Surah Muhammad ayat 7:
اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ
“Barang siapa menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong hidupmu.”
Peringatan Menyambut Muhammadiyah 1 Abad
Menjelang momentum bersejarah Muhammadiyah 1 Abad, Ikhwanushoffa mengimbau agar orang-orang baik di dalam organisasi tidak memilih diam. Pihak yang berniat merusak persyarikatan justru kerap bergerak lebih cepat, terstruktur, dan komunikatif. Warga persyarikatan tidak boleh kalah cepat dalam merapatkan barisan.
Oleh karena itu, Ikhwanushoffa mengajak seluruh elemen persyarikatan untuk menghidupkan kembali kepemimpinan tegas ala KH Ahmad Dahlan. Komunikasi antaranggota harus makin padu dan kompak. Konsolidasi yang kuat menjadi kunci agar persyarikatan tetap kokoh mengemban misi dakwah di masa depan.
Kontributor: Rizky Maradona
Editor: Akmal



