Ratusan Santri Muhammadiyah Sulsel Siap Berprestasi di Kemah Santri Muhammadiyah Nasional II 2026

PWMJATENG.COM, MAKASSAR — Ratusan santri utusan Sulawesi Selatan resmi berangkat menuju ajang Kemah Santri Muhammadiyah Nasional II 2026 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel, Dr. K.H. Mawardi Pewangi, M.Pd.I., melepas langsung keberangkatan rombongan tersebut di Pelataran Terminal Penumpang Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.
Seluruh rombongan bertolak menuju Surabaya menggunakan kapal laut KM Dharma Kencana sebelum melanjutkan perjalanan darat ke lokasi acara. Suasana pelataran terminal terasa hangat dan penuh antusiasme saat para santri bersiap memulai perjalanan panjang mereka.
Jajaran pengurus pimpinan wilayah dan lembaga turut mendampingi seremoni pelepasan ini. Di antaranya hadir Dr. Ir. H. Muhammad Syaiful Saleh, M.Si., KH. Lukman Abd. Samad, Lc., M.Pd.I., serta Dr. Muhammad Ali Bakri, M.Si.
Ketua Panitia, H. Muhammad Al Ghazali, Lc., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Makassar atas dukungan penuh mereka. Pihak Pelindo telah berulang kali memfasilitasi dan menyediakan sarana pendukung bagi berbagai agenda besar Muhammadiyah Sulsel.
Kekuatan Kontingen dan Persiapan Matang
Kontingen besar asal Sulawesi Selatan ini membawa kekuatan lebih dari 250 orang. Jumlah tersebut mencakup 210 santri yang terbagi dalam 21 regu, lengkap bersama para pembina, pendamping, dan panitia wilayah.
Para peserta merupakan utusan terbaik dari delapan pesantren Muhammadiyah dan ’Aisyiyah se-Sulsel. Lembaga tersebut meliputi Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar, Pesantren Puteri Ummul Mukminin ’Aisyiyah Makassar, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang, dan Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo Luwu Utara.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Aisyiyah Boarding School (ABS) Pinrang, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece Enrekang, Pesantren Darul Fallah Muhammadiyah Bissoloro Gowa, serta Muhammadiyah Boarding School (MBS) Rappang Sidrap.
Sebelum bertolak, para santri telah menjalani karantina intensif selama tiga hari di Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar. Koordinator Karantina, Dr. Zainal Abidin, bersama 11 mentor menggembleng peserta sejak dini hari hingga malam.
Gemblengan tersebut mencakup latihan teknis dan penguatan mental untuk berbagai cabang lomba pada Kemah Santri Muhammadiyah Nasional II 2026. Cabang yang dipertandingkan antara lain Musabaqah Hifdzil Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an, Musabaqah Dirasah Islamiyah, pidato bahasa Arab dan Inggris, storytelling, ilqaul qishshah, PBB Variasi, Jelajah Alam, hingga Tali Temali.
Pesan Motivasi dan Target Prestasi
Saat melepas rombongan, jajaran pimpinan memberikan suntikan motivasi mendalam. KH. Lukman Abd. Samad menekankan lima modal utama bagi santri, yaitu tekad tinggi (himmah ‘aliyah), keyakinan (al-yaqin), keberanian (asy-syaja’ah), mental sebagai pelaku (fa’il), dan kekuatan doa.
Selaras dengan pesan tersebut, Dr. K.H. Mawardi Pewangi mengingatkan para santri agar terus menjaga kondisi fisik selama berada di Malang. Beliau meminta peserta cepat beradaptasi dengan cuaca dingin dan tetap percaya diri tanpa merasa minder menghadapi ribuan kompetitor dari seluruh Indonesia.
Seluruh rombongan akan berlaga pada ajang Kemah Santri Muhammadiyah Nasional II 2026 yang berlangsung pada 21–24 September 2026. Ajang bergengsi yang diikuti sekitar 1.700 santri se-Indonesia ini mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi”.
Kegiatan ini menjadi wadah pembuktian prestasi sekaligus penempaan karakter kader masa depan. Usai menuntaskan seluruh rangkaian acara, kontingen Santri Muhammadiyah Sulsel dijadwalkan kembali ke Makassar pada 25 September 2026.
Kontributor: HSF
Editor: Akmal



