Mudir Ma’had Abu Bakar UMS Bedah Rahasia Tarbiyah Luqman Al-Hakim: Tauhid dan Kasih Sayang

PWMJATENG.COM,Dalam sejarah Islam, sosok Luqman Al-Hakim dikenal sebagai pendidik karakter paling inspiratif yang namanya diabadikan dalam Al-Qur’an. Mudir Ma’had Abu Bakar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A., mengulas mendalam pola tarbiyah (pendidikan) Luqman dalam membentuk generasi bertauhid.
Meskipun mayoritas ulama berpendapat Luqman bukan seorang Nabi, keistimewaannya terletak pada hikmah dan cara mendidik anaknya. “Luqman merupakan sosok yang mungkin dipandang sebelah mata secara sosial pada zamannya, namun ia memiliki skill mendidik yang membuatnya dimuliakan oleh Allah SWT,” terang Dr. Hakimuddin, Selasa (3/3).
Mengacu pada Surat Luqman ayat 13, Dr. Hakimuddin menegaskan bahwa tauhid adalah ilmu paling fundamental yang harus ditekankan sebelum urusan lainnya. Tauhid bukan sekadar dogma, melainkan tujuan utama penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah SWT.
“Perkara tauhid harus dikhawatirkan pada peserta didik kita lebih dari urusan lain. Jika pondasinya tidak kokoh, maka bangunan ilmu di atasnya akan bermasalah secara fatal,” tambahnya.
Berdasarkan kajian mendalam, Dr. Hakimuddin memetakan empat pilar utama dalam metode Luqman:
- Kedekatan Tanpa Sekat (Intimacy): Luqman memposisikan diri sangat dekat dengan anaknya. Hilangnya jarak (gap) psikologis membuat transfer ilmu tersampaikan secara utuh tanpa hambatan emosi.
- Uslubul Mauidhoh (Lemah Lembut): Materi tauhid yang terasa berat disampaikan dengan tutur kata yang menyejukkan. Inilah kunci agar nasihat meresap hingga ke lubuk hati.
- Uslubul Mulatofah (Kasih Sayang): Panggilan “Ya Bunayya” (Wahai anakku sayang) menunjukkan kelembutan yang mendalam. “Kasih sayang adalah gerbang utama untuk melancarkan transaksi ilmu dalam pendidikan,” jelas Mudir Ma’had Abu Bakar tersebut.
- Penjelasan Rasional: Saat melarang syirik, Luqman memberikan alasan eksplisit bahwa syirik adalah kezaliman yang besar (ladzulmun adhim).
Menariknya, Dr. Hakimuddin menyoroti pentingnya penjelasan rasional dalam pendidikan Islam saat ini. Di era di mana banyak orang skeptis terhadap dogma agama, pendekatan yang logis dan argumentatif sangat dibutuhkan.
“Penjelasan yang rasional akan lebih diterima oleh peserta didik era sekarang. Kita harus mampu menjelaskan syariat dengan cara yang dapat diterima nalar agar tidak dianggap sebagai dogma semu,” tuturnya.
Menutup kajiannya, ia mengutip Tafsir Ibnu Katsir yang menyatakan bahwa setiap tindakan Luqman telah dijadikan pedoman abadi bagi umat Islam dalam mendidik. Melalui kesabaran dan kelembutan, Luqman berhasil membawa keluarganya pada jalan kebenaran.
Kontributor: Affiq | Humas
Editor: Al-Afasy



