Berita

Jelajahi Solo, Murid SD Muhammadiyah PK Banyudono Gali Seni, Teknologi, dan Warisan Budaya

PWMJATENG.COM, BOYOLALI – Puluhan murid kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar Program Pembelajaran Lapangan (PPL) di Kota Solo. Para siswa mengeksplorasi perkembangan teknologi modern dan sejarah warisan nusantara melalui kunjungan ke Tahir Solo Museum serta kawasan Kampung Batik Kauman.

Kegiatan edukatif ini mengusung tema “Menelusuri Jejak Seni, Teknologi, dan Warisan Budaya”. Sebanyak 74 murid beserta lima guru pendamping memanfaatkan jeda Assessment Tengah Semester (ATS) ini untuk belajar langsung di lapangan.

Eksplorasi Seni dan Teknologi Masa Depan

Selama berada di Tahir Solo Museum, para siswa memelajari deretan koleksi perkembangan seni dan teknologi modern. Tempat ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk memahami bagaimana inovasi serta peradaban zaman terdokumentasi rapi sebagai modal pengetahuan masa depan.

Perwakilan pengelola museum, Adrian Bagaskara dan Raffi, menyambut langsung kedatangan rombongan. Kedua narasumber mendampingi anak-anak sekaligus memaparkan informasi seputar artefak teknologi di Tahir Solo Museum.

Rombongan siswa kemudian bergerak menuju Kampung Batik Kauman. Kawasan bersejarah ini menyajikan edukasi proses pembuatan batik tulis dan cap, sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya lokal.

Pembelajaran Kontekstual di Luar Kelas

Ketua PPL Kelas V, Titin Dwi Retnawati, menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman langsung bagi tumbuh kembang murid. Pembelajaran di Tahir Solo Museum dan Kauman menghadirkan ruang belajar yang jauh lebih kontekstual ketimbang sekadar membaca teori dari buku teks.

“Anak-anak menemukan pengetahuan baru lewat pengamatan mandiri. Mereka menyaksikan langsung wujud teknologi dan karya seni yang selama ini tercantum dalam materi pelajaran,” ujar Titin.

Empat guru pendamping—Ustadzah Wulan, Anggun, Rochmi, dan Sannang—mengawal jalannya seluruh rangkaian kegiatan. Para pendamping memastikan ketertiban siswa selama mengamati koleksi di Tahir Solo Museum maupun kawasan batik.

Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, mengapresiasi keberhasilan kegiatan PPL ini. Pihak sekolah berkomitmen terus memanfaatkan fasilitas publik seperti museum dan pusat kerajinan sebagai laboratorium pendidikan luar kelas.

“Seni, teknologi, serta budaya berada sangat dekat dengan kehidupan harian kita. Kunjungan ke Tahir Solo Museum dan pusat budaya mengajarkan anak-anak untuk mengenali, memahami, serta merawat warisan bangsa secara kreatif,” tutur Pujiono.

Melalui agenda edukasi ini, para siswa tidak sekadar membaca catatan sejarah. Mereka menelusuri jejak peradaban secara aktif, mengamati inovasi teknologi, dan menghidupi nilai budaya Indonesia.

Kontributor: Pujiono
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *